Efek Krisis Timur Tengah, Transaksi Minyak Mentah Melejit dari Belasan ke Ratusan

1 day ago 2

Jumat, 24 April 2026 - 12:54 WIB

Jakarta, VIVA - Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) mencatat lonjakan transaksi kontrak berjangka komoditas minyak mentah COFU10 sebanyak 648 lot melonjak jauh dari transaksi pada Februari 2026 sebesar 12 lot dan Januari 2026 sebesar 4 lot.

Kenaikan ini disebabkan adanya sejak krisis politik yang terjadi di Timur Tengah. COFU10 merupakan kontrak berjangka minyak mentah yang merepresentasikan 10 barel per lot.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun jenis minyak mentah dalam kontrak berjangka ini adalah jenis West Texas Intermediate (WTI), yaitu minyak mentah ringan (light) dan manis (sweet), yang menjadi salah satu patokan (benchmark) harga minyak dunia utama.

“Lonjakan transaksi kontrak berjangka minyak mentah khususnya COFU10 ini menunjukkan tingginya minat pelaku usaha melakukan hedging atau lindung nilai atas komoditas tersebut,” ucap Direktur ICDX Nursalam di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

Ia juga menyampaikan bahwa krisis di Timur Tengah cukup memberikan guncangan pada pasar energi global, khususnya minyak mentah. Dalam situasi seperti ini, hedging atau lindung nilai dapat mengatasi risiko yang terjadi atas perubahan harga pada pasar fisik (spot).

Selain kontrak berjangka minyak mentah, lanjutnya, ICDX telah memfasilitasi transaksi multilateral yang dapat dimanfaatkan para pelaku usaha untuk hedging dari beberapa komoditi seperti mata uang dan emas. “Kami akan terus mengembangkan kontrak-kontrak berjangka sesuai dengan kebutuhan para pelaku usaha,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Commodity Analyst Research and Development ICDX Girta Yoga mengatakan harga minyak mentah dalam jangka pendek masih cukup kuat untuk bergerak pada tren bullish, karena efek dari risiko geopolitik timur tengah yang saat ini menjadi katalis penggerak utama belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

“Risiko geopolitik dari perang Iran ini berdampak langsung pada gangguan pasokan di pasar global akibat aksi saling blokade di jalur pengiriman vital, terutama Selat Hormuz yang berkontribusi terhadap sekitar 20 persen pasokan energi global,” ucapnya.

Militer AS Tangkap Kapal diduga Selundupkan Minyak Iran

Memanas! AS Sita Kapal Diduga Selundupkan Minyak Iran di Samudera Hindia

AS kembali menyita satu kapal tanker diduga menyelundupkan minyak dari Iran di Samudera Hindia.Penyitaan ini terjadi sehari setelah IRGC menyerang 3 kapal di selat hormuz

img_title

VIVA.co.id

24 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |