Era Digital Ubah Cara Perusahaan Memilih Pemimpin

4 hours ago 1

Senin, 29 Juni 2026 - 20:49 WIB

Jakarta, VIVA – Transformasi digital tidak hanya mengubah cara perusahaan menjalankan bisnis, tetapi juga memengaruhi strategi dalam menyiapkan calon pemimpin. Jika sebelumnya promosi jabatan kerap mengandalkan pengalaman atau penilaian subjektif, kini banyak organisasi mulai mengutamakan pendekatan yang lebih terukur.

Perubahan tersebut didorong oleh dinamika bisnis yang semakin cepat. Perusahaan dituntut memiliki pemimpin yang mampu beradaptasi dengan perubahan pasar, perkembangan teknologi, hingga kebutuhan organisasi yang terus berkembang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, proses mencari dan menyiapkan pemimpin masa depan atau leadership pipeline menjadi perhatian banyak perusahaan. Keputusan terkait promosi, pengembangan talenta, hingga succession planning kini dinilai perlu didukung oleh data dan asesmen yang lebih objektif.

Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu organisasi mengurangi risiko salah memilih pemimpin. Selain mempertimbangkan pengalaman kerja, perusahaan juga mulai melihat kompetensi, potensi, dan kesiapan seseorang untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Executive Director KTM Solutions, Reny W. Indriadi, mengatakan pertengahan tahun menjadi momentum bagi organisasi untuk mengevaluasi strategi pengembangan kepemimpinan. Menurutnya, perusahaan perlu memiliki ruang untuk berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan tersebut.

"Di pertengahan tahun ini, kami melihat pentingnya ruang diskusi yang memungkinkan organisasi untuk berhenti sejenak, saling mendengar, dan melihat kembali bagaimana mereka menyiapkan pemimpin yang mampu membawa pertumbuhan ke depan. Kami percaya banyak pembelajaran terbaik lahir dari percakapan yang terbuka dan saling berbagi pengalaman," ujarnya, dikutip Senin 29 Juni 2026.

Sementara itu, Director of Strategic & Advisory KTM Solutions, Ivan Ahda, menilai leadership pipeline seharusnya menjadi bagian dari strategi bisnis, bukan sekadar agenda pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, setiap keputusan terkait talenta perlu mempertimbangkan berbagai aspek yang dapat diukur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Leadership pipeline bukan hanya tentang siapa yang akan naik ke posisi berikutnya, tetapi tentang bagaimana organisasi memastikan setiap keputusan talenta didukung oleh data, konteks bisnis, dan kesiapan yang terukur," kata Ivan.

Pandangan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam KTM Growth Forum: Turning Point bertema The Leadership Pipeline Challenge yang digelar di Jakarta. Forum tersebut mempertemukan para pemimpin organisasi dan praktisi HR dari berbagai industri untuk berdiskusi mengenai kesiapan talenta, succession planning, serta tantangan membangun pemimpin yang mampu menjawab kebutuhan bisnis di era yang terus berubah.

TP Posyandu.

Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM, Ketum TP Posyandu Kasih Apresiasi

Ketua TP Posyandu Tri Tito Karnavian mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Belu yang mulai meregistrasi Posyandu sebagai bagian dari implementasi transformasi SPM.

img_title

VIVA.co.id

29 Juni 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |