Harga Bahan Bakar Naik Gila-Gilaan, Tiket Pesawat Terancam Makin Mahal

2 days ago 2

Kamis, 23 April 2026 - 15:15 WIB

Jakarta, VIVA – Lonjakan harga bahan bakar pesawat akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai memberikan dampak besar pada industri penerbangan global. Salah satu maskapai terbesar di Eropa, Lufthansa, resmi memangkas puluhan ribu penerbangan musim panas karena biaya operasional yang melonjak tajam.

Maskapai asal Jerman tersebut mengumumkan akan memangkas 20.000 penerbangan jarak pendek di Eropa selama musim panas. Lufthansa menyebut lonjakan harga avtur membuat banyak perjalanan menjadi tidak lagi menguntungkan bagi perusahaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harga avtur sendiri dilaporkan telah naik dua kali lipat sejak dimulainya perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Konflik tersebut memperlambat produksi dan distribusi bahan bakar di kawasan Timur Tengah yang menjadi salah satu pusat pasokan energi dunia.

Wilayah Teluk merupakan sumber utama bahan bakar penerbangan, menyumbang sekitar 50 persen impor avtur Eropa. Sebagian besar pasokan tersebut melewati Selat Hormuz, jalur strategis yang kini praktis tertutup setelah Iran merespons serangan Amerika Serikat dan Israel.

Akibatnya, rantai pasok energi global terganggu dan maskapai penerbangan harus menanggung biaya operasional yang jauh lebih tinggi. Pihak Lufthansa mengungkap, langkah pemangkasan ini akan membantu perusahaan menghemat sekitar 40.000 metrik ton avtur. 

Sebagian besar penghematan berasal dari penutupan layanan CityLine milik mereka. Sejumlah rute pun akan dihentikan sementara, termasuk penerbangan ke dan dari Heringsdorf, Cork, Gdańsk, Ljubljana, Rijeka, Sibiu, Stuttgart, Trondheim, Tivat, dan Wrocław.

Bagi penumpang yang terdampak, Lufthansa menyatakan akan memberikan pengembalian dana atau memindahkan mereka ke penerbangan alternatif melalui maskapai afiliasi seperti SWISS, Austrian Airlines, Brussels Airlines, dan ITA Airways jika memungkinkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak hanya itu, beberapa pemangkasan penerbangan ini bahkan berpotensi menjadi permanen. Lufthansa menyebut pihaknya sedang meninjau seluruh jadwal penerbangan Eropa dan akan mengumumkan detail tambahan pada akhir April.

Dalam pernyataannya, Lufthansa menegaskan bahwa penumpang tetap akan memiliki akses ke jaringan penerbangan global, terutama untuk rute jarak jauh. "Namun, karena kenaikan harga bahan bakar pesawat, hal ini akan dicapai dengan efisiensi yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya," ujarnya, sebagaimana dikutip dari BBC, Kamis, 23 April 2026.

Halaman Selanjutnya

Artinya, meski konektivitas tetap dipertahankan, operasional akan dijalankan dengan efisiensi yang jauh lebih ketat akibat kenaikan harga bahan bakar.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |