Senin, 30 Maret 2026 - 13:47 WIB
Jakarta, VIVA - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali memicu kontroversi di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Kali ini, bukan lewat kebijakan, melainkan pernyataan nyeleneh yang menyebut Selat Hormuz dengan nama versinya sendiri.
Pernyataan itu disampaikan saat pidato di ajang Future Investment Initiative di Miami, Jumat waktu setempat, 27 Maret 2026. Dalam pidatonya, Trump sempat 'salah sebut' ketika membahas penutupan Selat Hormuz sebagai jalur vital pengiriman minyak dunia yang kini memasuki bulan kedua.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Iran harus membuka Selat Trump, maksud saya, Hormuz,” ujar Trump yang disambut tawa hadirin dikutip dari The Guardian, Senin, 30 Maret 2026.
“Maafkan saya. Kesalahan yang sangat buruk. Media akan bilang saya tidak sengaja. Tiidak, saya jarang sekali tidak sengaja,” tambahnya.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump
Sebagaimana dimetahui, Selat Hormuz menjadi titik krusial dalam konflik karena merupakan jalur utama distribusi energi global, dengan sekitar 20 juta barel minyak melintas setiap hari. Kemampuan Iran untuk mengganggu jalur tersebut telah memicu gangguan besar pada pasokan energi dunia sekaligus mendorong lonjakan harga minyak global.
Trump bahkan mempertimbangkan langkah lebih jauh, yakni mengambil alih kendali Selat Hormuz. Ia juga mengusulkan ide mengganti nama jalur ekspor minyak ini menjadi Selat Trump atau Selat Amerika.
Langkah ini bukan pertama kalinya Trump mencoba menempelkan namanya pada simbol besar. Sebelumnya, ia juga sempat mengusulkan perubahan nama Teluk Meksiko serta menyinggung penggunaan namanya dalam konteks John F. Kennedy Center for the Performing Arts.
Pernyataan terbaru Trump ini pun langsung memicu perhatian global, mengingat sensitivitas kawasan Timur Tengah dan pentingnya Selat Hormuz bagi stabilitas ekonomi dunia.
Tidak sampai di situ, Trump juga sempat melontarkan ide kontroversial lain. Ia mengusulkan kemungkinan pengelolaan bersama selat tersebut dengan pemimpin tertinggi Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Mungkin saya dan Ayatollah bisa mengelolanya bersama,” ujarnya.
Di sisi lain, Trump mengklaim Iran tengah berupaya membuka negosiasi dengan AS. Namun, klaim ini langsung dibantah oleh Teheran yang menegaskan tidak ada pembicaraan langsung yang berlangsung.
Dua Kapal Pertamina Sudah Dapat Titik Terang Soal Izin Melintas di Selat Hormuz
PT Pertamina International Shipping (PIS) sendiri sudah mulai menyiapkan hal-hal teknis untuk melintasi selat yang ditutup Iran itu di tengah perang melawan AS-Israel.
VIVA.co.id
30 Maret 2026

3 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

