IHSG Dibuka Memerah dan Dibayangi Pelemahan Seiring Gejolak Harga Energi Global

3 weeks ago 20

Senin, 30 Maret 2026 - 09:02 WIB

Jakarta, VIVA IHSG dibuka melemah 76 poin atau 1,08 persen di level 7.020 pada pembukaan perdagangan Senin, 30 Maret 2026.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi melemah pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi kembali melemah hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 30 Maret 2026.

Dia mengatakan, pasar saham Asia bervariasi di tengah tekanan global pada Jumat pekan lalu, mengikuti penurunan Wall Street. Hal itu seiring ancaman gejolak energi berkepanjangan dari perang di Timur Tengah yang mendorong biaya pinjaman melonjak.

Investor sempat mendapatkan sedikit sentimen positif setelah Presiden AS, Donald Trump, memperpanjang ultimatum serangan terhadap pembangkit listrik Iran selama 10 hari, setelah sebelumnya menunda tenggat awal 48 jam sebanyak lima hari.

Sementara, tidak ada kepastian bahwa Selat Hormuz dapat dibuka kembali untuk pengiriman minyak dalam waktu dekat. Iran menolak proposal AS untuk mengakhiri konflik, menyebutnya “sepihak dan tidak adil".

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,4 persen, sedangkan Topix naik 0,2 persen. Indeks KOSPI Korea Selatan melemah 0,4 persen, sedangkan Kosdaq menguat 0,4 persen. Sementara itu, indeks saham unggulan China naik 0,6 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 0,4 persen, dan S&P/ASX 200 Australia turun 0,11 persen.

Di sisi lain, Norges Bank Norwegia menjadi bank sentral terbaru yang memperingatkan risiko inflasi dan kemungkinan kenaikan suku bunga seiring berlanjutnya perang.

Setelah menahan kebijakan pada Kamis, 26 Maret 2026, bank tersebut memperkirakan akan menaikkan suku bunga tahun ini, jauh dari perkiraan sebelumnya yang memproyeksikan tiga kali pemotongan hingga akhir 2028.

"Support IHSG berada di level 6.900-7.000 sementara resist IHSG di rentang 7.130-7.160," ujarnya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street turun signifikan pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu. Indeks Dow Jones turun 1,73 persen, S&P 500 melemah 1,67 persen, dan Nasdaq Composite berkurang 2,15 persen. Harga minyak mentah Brent tercatat sebesar US$112,57 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$ 99,64 per barel.

Kenaikan harga minyak disebabkan oleh ketegangan di Selat Hormuz, jalur utama distribusi energi global. Pemerintah Iran dilaporkan menutup akses jalur tersebut, sementara sejumlah insiden terhadap kapal internasional semakin memperburuk kekhawatiran pasar terkait pasokan energi.

Penutupan IHSG

Analis Proyeksi IHSG Turun ke Level 6.700, Intip Rekomendasi Saham Potensi Cuan Hari Ini

IHSG diperkirakan melanjutkan tren koreksi pada sesi perdagangan Senin, 30 Maret 2026. Posisi terakhir IHSG berada di level 7.097,05 setelah merosot 0,94 persen.

img_title

VIVA.co.id

30 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |