Inovasi 2 Dekade, Infobip Sebut Adopsi AI di Indonesia Meluas dari GenAI ke Agentic AI

3 weeks ago 9

Senin, 30 Maret 2026 - 11:49 WIB

Jakarta, VIVA – Platform komunikasi cloud global berbasis AI, Infobip, merayakan dua dekade perjalanan dalam mentransformasi cara bisnis dan konsumen saling terhubung. Berawal dari satu SMS yang dikirim dari sebuah kota kecil di pesisir Adriatik, Kroasia, kini Infobip memproses lebih dari 700 miliar pesan setiap tahunnya.

Chief Executive Officer (CEO) Infobip, Silvio Kutić memprediksi, gelombang transformasi dalam interaksi (engagement) brand-konsumen secara global akan segera terjadi. Model komunikasi yang selama ini didominasi oleh application-to-person (A2P) messaging, akan beralih ke model agent-to-person dan pada akhirnya menuju interaksi agent-to-agent yang sepenuhnya independen pada 2030.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seiring pergeseran yang semakin cepat, Infobip sendiri menurutnya telah melihat Agentic AI sebagai babak baru yang akan mendefinisikan ulang interaksi antara brand dan konsumen. 

"Cara kita berkomunikasi dengan brand terus berevolusi. Di era baru Agentic AI ini, brand harus memanfaatkan peluang untuk mengadopsi pendekatan komunikasi yang lebih holistik. Mereka perlu mengoptimalkan hyper-personalization lewat adopsi Agentic AI serta saluran komunikasi yang lebih interaktif seperti RCS dan WhatsApp," kata Silvio dalam keterangannya, Senin, 30 Maret 2026.

Ilustrasi AI masuk kantor.

Di Indonesia, evolusi global ini mulai terlihat nyata. Sejak memasuki pasar pada 2016, Infobip menyaksikan percepatan digital yang pesat, didorong oleh meningkatnya penetrasi ponsel dan perubahan perilaku konsumen.

Dalam beberapa tahun terakhir, Infobip juga mendukung peningkatan adopsi GenAI untuk kebutuhan engagement brand di berbagai industri. Berdasarkan laporan Messaging Trends 2025 dari Infobip, 50 persen adopsi AI di Indonesia didorong oleh GenAI.

"Tren ini diperkirakan masih akan mendominasi, namun Infobip juga memproyeksikan fase transisi menuju adopsi Agentic AI dalam beberapa tahun ke depan," ujarnya.

Silvio menambahkan, pasar Indonesia juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi brand. Dengan latar belakang sosial-ekonomi yang sangat beragam, brand tidak bisa lagi mengandalkan satu pendekatan komunikasi untuk semua segmen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sinilah hyper-personalization menjadi strategi yang paling relevan. Dimana, GenAI telah banyak digunakan oleh brand untuk menyesuaikan pesan, berdasarkan minat dan profil pelanggan bahkan hingga tingkat hyper-personalization.

Silvio menekankan, dalam hal inilah Agentic AI berperan lebih jauh dan bukan lagi sekadar asisten yang “menjawab”, melainkan agen yang “bertindak” secara independen untuk menyelesaikan masalah pelanggan secara langsung melalui saluran komunikasi favorit mereka seperti WhatsApp.

Halaman Selanjutnya

Sementara Enterprise Business Director Infobip Indonesia, Kukuh Prayogi menambahkan, dengan beroperasi di level pelanggan dan merespons perilaku secara real-time, Agentic AI memungkinkan brand mempersonalisasi tindakan dan hasil, bukan hanya konten semata.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |