Iran Ingatkan Warga di Timur Tengah Jauhi Pangkalan Militer AS Jika Tak Mau Jadi Korban

4 weeks ago 16

Sabtu, 28 Maret 2026 - 08:30 WIB

Teheran, VIVA – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meminta masyarakat di negara-negara Timur Tengah untuk menjauhi tempat-tempat di mana pasukan militer Amerika Serikat ditempatkan demi keselamatan mereka sendiri.

"Jauhi area di mana pasukan Amerika berada, supaya tidak menjadi korban," demikian pernyataan IRGC yang disiarkan media nasional Iran, Jumat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Korps militer Iran tersebut kemudian mengungkapkan rencananya untuk menemukan dan menghabisi personel militer Amerika yang memanfaatkan masyarakat sipil sebagai tameng. Mereka juga berkata bahwa pasukan Amerika "membunuh rakyat sipil Iran secara keji".

Pada 28 Februari lalu, Amerika dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.

Iran lantas melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer milik Amerika yang berada di seantero Timur Tengah.

Amerika dan Israel awalnya mengeklaim serangan tersebut diperlukan untuk menangkal ancaman dari program nuklir Iran, tetapi kemudian jelas bahwa mereka sebenarnya menginginkan pergantian kekuasaan di Iran. (Ant)

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz

Menhan Israel: Iran ‘Akan Bayar Harga Mahal’ jika Serangan Terus Berlanjut

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengatakan bahwa serangan militer ke Iran akan terus meningkat dan diperluas. Hal ini diungkap Katz pada Jumat 27 Maret 2026.

img_title

VIVA.co.id

28 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |