VIVA – Italia menang dan hanya tinggal selagkah lagi menuju Piala Dunia 2026. Namun bagi Gli Azzurri, kemenangan 2-0 atas Irlandia Utara di semifinal play off di Stadion Gewiss, Bergamo, Jumat 27 maret 2026 2.45 WIB dini hari, bukan sekadar soal hasil pertandingan. Ada beban besar yang masih mereka bawa, yaitu bayang bayang kegagalan yang menghantui selama hampir satu dekade terakhir.
Italia bukan tim kecil. Mereka juara dunia empat kali dan juara Eropa 2020. Namun fakta pahitnya, Italia justru absen di Piala Dunia 2018 dan 2022. Dua kegagalan itu menjadi salah satu periode tergelap dalam sejarah sepak bola Italia. Karena itu, perjalanan menuju Piala Dunia 2026 terasa seperti misi penebusan dosa, bukan sekadar target lolos turnamen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kemenangan atas Irlandia Utara di Bergamo memperlihatkan satu hal yang berbeda dari Italia sekarang. Mereka bermain dengan rasa lapar, bukan sekadar percaya diri sebagai tim besar. Sejak menit awal, Italia langsung menekan dan tidak memberi ruang bagi Irlandia Utara untuk berkembang. Namun tekanan justru sempat berubah menjadi ketegangan karena gol yang ditunggu tak kunjung datang di babak pertama.
Moise Kean menjadi salah satu pemain yang paling aktif di lini depan. Ia beberapa kali mendapatkan peluang dari umpan panjang maupun serangan sayap. Federico Dimarco juga berkali kali mengirim umpan berbahaya ke kotak penalti. Mateo Retegui sempat mendapatkan peluang emas menjelang akhir babak pertama, tetapi tembakannya masih bisa diamankan kiper Pierce Charles. Babak pertama berakhir tanpa gol dan situasi ini sempat membuat Italia terlihat mulai frustrasi.
Momen yang mengubah pertandingan akhirnya datang di babak kedua, tepatnya menit ke 56. Bola liar di luar kotak penalti langsung disambar Sandro Tonali dengan tembakan keras yang tidak mampu dihentikan kiper Irlandia Utara. Gol ini terasa sangat penting, bukan hanya karena mengubah skor, tetapi karena mengubah mental pemain Italia. Setelah gol tersebut, permainan mereka jauh lebih tenang dan terkontrol.
Tonali kemudian kembali menjadi pembeda pada menit ke 80. Umpan terobosannya berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Moise Kean yang dengan tenang menaklukkan kiper dan menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Gol tersebut praktis mengunci kemenangan Italia dan memastikan langkah mereka ke final play off.
Halaman Selanjutnya
Jika melihat statistik pertandingan, dominasi Italia sangat jelas. Mereka mencatatkan 19 tembakan dengan 8 mengarah ke gawang, sementara Irlandia Utara hanya mampu mencatatkan 1 tembakan tepat sasaran. Penguasaan bola Italia mencapai 63 persen dan jumlah operan mereka hampir dua kali lipat dari lawan. Angka ini menunjukkan bahwa Italia memang mengontrol pertandingan dari awal hingga akhir.

3 hours ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)