Jangan Tunggu Parah! Ini Fakta Ruam Popok yang Sering Diabaikan Orang Tua

2 days ago 5

Kamis, 23 April 2026 - 23:01 WIB

Jakarta, VIVA – Ruam popok masih menjadi salah satu masalah kulit yang umum dialami bayi di berbagai belahan dunia. Dalam literatur pediatri, kondisi ini dikenal sebagai diaper dermatitis, yang umumnya dipicu oleh kombinasi kelembapan, kontak berkepanjangan dengan urine dan feses, serta gesekan pada kulit bayi yang masih sensitif. 

“Ruam popok tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kebersihan, tetapi juga kondisi kulit bayi yang masih dalam tahap perkembangan serta lingkungan di area popok yang cenderung lembap dan tertutup. Karena itu, diperlukan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari kebiasaan perawatan hingga pemilihan produk yang tepat,” ujar Sulistyowati, Head of Marketing Makuku Indonesia, dalam keterangannya, dikutip Kamis 23 April 2026. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada masa awal kehidupan, terutama dalam 1.000 hari pertama, kulit bayi masih mengalami proses pematangan. Lapisan pelindung kulit belum berfungsi secara optimal, sehingga lebih mudah terpapar iritasi dari faktor eksternal seperti kelembapan berlebih, suhu, maupun gesekan. Area popok menjadi salah satu bagian tubuh yang paling rentan karena minim sirkulasi udara dan lebih sering berada dalam kondisi lembap.

Lingkungan yang lembap dapat memicu perubahan pH kulit dan meningkatkan risiko iritasi. Kontak yang terlalu lama dengan urine dan feses juga berkontribusi terhadap munculnya kemerahan dan ruam pada kulit bayi. Karena itu, menjaga area popok tetap kering dan bersih menjadi langkah dasar yang penting dalam membantu meminimalkan risiko tersebut.

Dalam praktik sehari-hari, orang tua disarankan untuk mengganti popok secara rutin, idealnya setiap 2–4 jam, serta memastikan kulit dalam kondisi bersih dan kering sebelum mengenakan popok baru. Memberikan waktu bagi kulit untuk mendapatkan sirkulasi udara yang cukup juga dapat membantu menjaga keseimbangan kondisi kulit bayi.

Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan kulit bayi, inovasi pada produk popok juga terus berkembang. Salah satunya melalui penggunaan teknologi Super Absorbent Polymer (SAP), yang diklaim mampu menyerap dan mengunci cairan secara lebih optimal dibandingkan bahan penyerap konvensional. Kemampuan ini membantu mengurangi kontak langsung antara cairan dan kulit, sehingga permukaan kulit tetap lebih kering selama penggunaan.

Halaman Selanjutnya

Selain fungsi penyerapan, aspek toleransi terhadap kulit juga menjadi pertimbangan penting dalam pemilihan produk. Dalam pengujian oleh Dermatest GmbH, Jerman, produk Makuku Diapers teruji memiliki toleransi kulit yang sangat baik dan memenuhi kriteria dermatologically tested, setelah melalui pengujian epicutaneous pada subjek dengan berbagai jenis kulit tanpa ditemukan reaksi kulit yang relevan pada area uji.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |