John Herdman Bicara Realistis soal Bulgaria, Timnas Indonesia Diminta Tak Start Lambat

3 weeks ago 10

Senin, 30 Maret 2026 - 08:30 WIB

Jakarta, VIVA – Laga final FIFA Series 2026 antara Timnas Indonesia melawan Bulgaria bukan sekadar pertandingan uji coba biasa. Ini adalah ujian sesungguhnya bagi era baru Timnas bersama pelatih asal Kanada, John Herdman. Ia sadar betul, lawan yang dihadapi kali ini jauh berbeda dibanding Saint Kitts and Nevis yang dibantai 4-0 pada laga sebelumnya.

Dengan waktu persiapan yang sangat terbatas, Herdman tak menutup kenyataan bahwa timnya belum sepenuhnya ideal. Namun di tengah segala keterbatasan itu, ia menegaskan satu hal: Indonesia harus menemukan cara untuk menang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami hanya punya waktu dua hari. Para pemain datang terlambat, berada di siklus tidur yang berbeda, dan kami hanya menjalani dua sesi latihan bersama. Ini langkah kecil, tapi juga langkah besar untuk bisa disiplin menghadapi tim seperti Bulgaria. Kami harus menemukan cara untuk menang,” kata Herdman dikutip Antara.

Ucapan itu bukan tanpa alasan. Bulgaria datang ke final dengan kepercayaan diri tinggi setelah menghancurkan Kepulauan Solomon dengan skor mencolok 10-2. Secara peringkat FIFA pun, Bulgaria masih berada di atas Indonesia, yakni di posisi 87 dunia, sedangkan Indonesia di peringkat 122.

Namun Herdman tidak hanya melihat angka. Ia memetakan kekuatan utama Bulgaria yang menurutnya bisa sangat berbahaya jika Indonesia tidak disiplin sejak awal laga.

“Pemain sayap mereka sangat berbahaya. Mereka membangun permainan dengan kombinasi segitiga di sisi lapangan. Jika mereka menemukan ritme, itu bisa sangat menyulitkan kami. Jadi kami harus menghentikan ritme dan kombinasi mereka di sisi lapangan. Itu sangat penting dalam pertandingan ini,” ujarnya.

Selain itu, Herdman juga menyoroti perbedaan fisik dan organisasi permainan Bulgaria yang dinilai jauh lebih rapi dibanding lawan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Mereka lebih besar secara fisik, lebih kuat, sangat terorganisir, dan transisinya jauh lebih rapi serta cepat. Karena itu, kami harus memulai pertandingan dengan lebih baik dibanding laga sebelumnya,” kata dia.

Pelatih yang pernah menangani Timnas Kanada itu menegaskan bahwa 10 hingga 15 menit awal akan menjadi fase paling krusial dalam pertandingan ini.

Halaman Selanjutnya

“Kalau kami memulai dengan lambat seperti saat melawan Saint Kitts, kami bisa dihukum. Melawan tim seperti Bulgaria, kalau mereka unggul lebih dulu, mereka tahu bagaimana menutup pertandingan,” katanya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |