John Herdman Sebut Atmosfer GBK Lebih Istimewa dari Old Trafford: Luar Biasa, Belum Pernah Saya Rasakan

3 hours ago 3

Senin, 30 Maret 2026 - 13:34 WIB

VIVA – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman menyebut atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, lebih spesial dibandingkan stadion-stadion besar Eropa seperti Old Trafford.

Hal tersebut dikatakan Herdman usai memulai debutnya sebagai pelatih Timnas Indonesia saat menghadapi Saint Kitts and Nevis dala ajang FIFA Series 2026 di Stadion GBK, Jumat 27 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam laga yang dihadiri sekitar 26 ribu penonton itu, Skuad Garuda berhasil menang dengan skor telak 4-0. Dua gol dicetak oleh Beckham Putra di babak pertama, dan dua gol di babak kedua dicetak oleh Ole Romeny dan Mauro Zijlstra.

Suporter Timnas Indonesia vs Irak di Kualifikasi Piala Dunia

Photo :

  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Herdman mengaku terkesan dengan dukungan suporter Indonesia, bahkan saat stadion belum terisi penuh. Ia menilai energi yang dihadirkan dari tribun penonton menjadi salah satu faktor penting yang bisa memengaruhi performa pemain di lapangan.

“Saya sangat terkesan. Saya pernah ke banyak stadion besar dunia seperti Azteca, Old Trafford, dan St James' Park. Tapi pengalaman di Bung Karno sangat spesial,” ujar Herdman kepada awak media di Jakarta, Minggu 29 Maret 2026.

“Atmosfernya luar biasa, belum pernah saya rasakan sebelumnya, bahkan dengan hanya 26.000 penonton,” lanjutnya.

Menurut Herdman, karakter atmosfer di GBK memiliki keunikan tersendiri dibandingkan stadion lain di dunia. Ia bahkan tidak sabar merasakan langsung suasana penuh stadion saat menghadapi Bulgaria dalam partai final.

“Saya tidak sabar merasakan energi penuh stadion. Dukungan mereka sangat terasa dan memberi energi bagi kami. Kami membutuhkan mereka,” kata Herdman.

Suporter Timnas Indonesia vs Filipina di Kualifikasi Piala Dunia

Photo :

  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Ia menegaskan bahwa dukungan suporter akan menjadi modal penting bagi Timnas Indonesia, terutama menghadapi Bulgaria yang dikenal sebagai tim kuat dengan pengalaman internasional.

“Bulgaria adalah tim kuat, jadi kami butuh energi besar dari suporter untuk membantu kami,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara historis, Indonesia belum memiliki catatan positif saat menghadapi Bulgaria. Pertemuan pertama kedua tim terjadi pada 1959 di Stadion Ikada (kini Lapangan Banteng) yang berakhir imbang 0-0.

Pertemuan berikutnya terjadi pada 4 Februari 1973 di Stadion Utama Senayan (GBK), di mana Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor 0-4.

Halaman Selanjutnya

Laga Timnas Indonesia vs Bulgaria akan digelar di Stadion GBK hari ini-Senin 30 Maret 2026. Pertandingan tersebut akan disiarkan langsung melalui Indosiar pukul 20.00 WIB. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |