loading...
Asap membubung di atas Teheran, Iran pada hari kedua serangan AS-Israel, Minggu (1/3/2026). FOTO/THE GUARDIAN
JAKARTA - Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi meluas hingga ke kawasan Indo-Pasifik apabila China memutuskan untuk terlibat secara lebih aktif. Keterlibatan China, baik dalam bentuk dukungan ekonomi, militer, maupun kehadiran angkatan laut di Teluk Persia, dapat menciptakan efek limpahan (spillover effect) yang berdampak langsung pada stabilitas kawasan Asia.
Co-Director Kerja sama dan Hubungan Eksternal Indo Pacific Strategic Intelligence (ISI), Aisha R. Kusumasomantri mengatakan, eskalasi lanjutan dari konflik AS-Iran dapat meningkatkan ketegangan di Laut China Selatan dan Selat Taiwan. Selain itu, gangguan terhadap jalur pelayaran strategis serta intensifikasi operasi siber dan intelijen yang menyasar infrastruktur kritis negara-negara kawasan, termasuk ASEAN, menjadi skenario yang patut diantisipasi.
Konflik AS-Iran, kata Aisha, merupakan gambaran nyata evolusi peperangan modern. Konflik ini mencerminkan karakteristik peperangan generasi kelima, di mana operasi informasi, perang kognitif, dan pemanfaatan teknologi disruptif, seperti sistem nirawak, kecerdasan buatan, dan senjata presisi tinggi, menjadi elemen utama.
"Dimensi non-kinetik semakin menentukan arah konflik, sekaligus membentuk preseden bagi arsitektur keamanan global di masa depan," kata Aisha dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).
Menghadapi situasi tersebut, ISI berpandangan Indonesia perlu memperkuat kesiapan strategis tanpa terjebak dalam rivalitas kekuatan besar. Politik luar negeri bebas dan aktif tetap harus menjadi pijakan utama, dengan keterlibatan Indonesia di Timur Tengah difokuskan pada upaya perdamaian dan misi kemanusiaan.
Di sisi pertahanan, ISI merekomendasikan peningkatan kesiapsiagaan nasional melalui pengembangan strategi anti-decapitation, doktrin perang berlarut mandiri berbasis satuan kecil yang terfragmentasi, penguatan kapasitas anti-perang informasi, hingga penyempurnaan taktik evakuasi massa. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi dampak tidak langsung, mulai dari ancaman terhadap keamanan maritim, serangan siber, hingga tekanan terhadap stabilitas ekonomi nasional.
































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5488987/original/040536100_1769773426-Nobel.jpeg)








