Kredit Perbankan Maret Tumbuh 9,49 Persen, BI: Risiko Segmen Konsumsi & UMKM Melonjak

2 days ago 3

Kamis, 23 April 2026 - 11:00 WIB

Jakarta, VIVA – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo melaporkan, kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen year-on-year (yoy), lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 9,37 persen yoy.

Berdasarkan kelompok penggunaan, lanjut Perry di Jakarta, Rabu, perkembangan ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada Maret 2026 masing-masing tumbuh sebesar 20,85 persen yoy, 4,38 persen yoy, dan 5,88 persen yoy.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia mengakui bahwa minat penyaluran kredit perbankan tetap baik, kecuali segmen konsumsi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Minat penyaluran kredit perbankan tetap baik, tercermin dari persyaratan pemberian kredit (lending requirement) yang masih longgar, kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM akibat masih tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut,” kata Perry, dikutip Kamis, 23 April 2026.

Gubernur BI, Perry Warjiyo

Photo :

  • [tangkapan layar]

Dia menyampaikan, pertumbuhan kredit perbankan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi. BI memprakirakan, pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12 persen, dipengaruhi oleh sisi permintaan dan penawaran.

Melihat dari sisi permintaan, pemanfaatan pembiayaan perbankan disebut masih dapat ditingkatkan. Utamanya dengan mengoptimalkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang masih cukup besar, yaitu mencapai Rp 2.527,46 triliun atau 22,59 persen dari plafon kredit yang tersedia.

Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank tetap memadai, ditopang oleh rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 27,85 persen, dan DPK yang masih tumbuh tinggi sebesar 13,55 persen yoy pada Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ke depan, Perry memastikan bahwa BI akan terus memperkuat kapasitas pendanaan perbankan, termasuk pengembangan instrumen non-traditional funding (non-DPK) guna mendukung penyaluran kredit perbankan.

“Koordinasi dengan pemerintah dan KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) terus diperkuat untuk memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan tersebut,” ujarnya. (Ant).

Penguatan ekosistenm keuangan syariah.

Potensi Pasar Keuangan Syariah Besar, Bank Syariah Nasional Geber Inovasi SiPA

Dirut BSN Alex Sofjan Noor, menegaskan bahwa implementasi instrumen SiPA bukan sekadar transaksi likuiditas, melainkan langkah konkret efisiensi dan stabilitas industri.

img_title

VIVA.co.id

22 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |