Krisis Energi Memanas di Asia, Malaysia Juga Akan Terapkan WFH Bertahap

3 weeks ago 10

Senin, 30 Maret 2026 - 19:00 WIB

Jakarta, VIVA Krisis energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah mulai merambat ke kawasan Asia Tenggara. Gangguan pasokan minyak dunia membuat banyak negara mengambil langkah cepat untuk menekan konsumsi energi, salah satunya melalui kebijakan work from home (WFH). 

Setelah sejumlah negara Asia lebih dulu menerapkan atau mendorong kebijakan ini, kini Malaysia ikut mengambil langkah serupa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mematangkan skema pengaturan kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan ini tidak akan diterapkan sekaligus, melainkan secara bertahap dan selektif guna menyesuaikan kebutuhan sektor.

"Pemerintah sedang menyempurnakan penerapan pengaturan kerja fleksibel, termasuk bekerja dari rumah (WFH), bagi pegawai negeri untuk meredam dampak gangguan pasokan minyak global akibat krisis Asia Barat," ungkapnya, sebagaimana dikutip dari The Star, Senin, 30 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa implementasi kebijakan tersebut akan dilakukan secara hati-hati. "Langkah ini akan dilaksanakan secara bertahap dan berdasarkan seleksi," ucapnya. 

Selain sektor publik, pemerintah Malaysia juga mendorong dunia usaha untuk mengikuti langkah serupa. Menurut Anwar, sejumlah perusahaan dan perbankan sudah lebih dulu menerapkan pola kerja jarak jauh sebagai bagian dari efisiensi operasional di tengah kenaikan biaya energi.

"Sektor swasta juga didorong untuk mengadopsi praktik WFH, sebagaimana telah diterapkan oleh beberapa perusahaan dan bank," sambungnya. 

Dalam pidatonya, Anwar juga menekankan pentingnya disiplin fiskal dan efisiensi anggaran di tengah situasi global yang tidak menentu.

"Di pihak pemerintah, insya Allah, kami akan terus menjunjung disiplin, menghindari pemborosan dan kebocoran," katanya.

Anwar juga mengajak masyarakat untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah situasi yang penuh tantangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah Malaysia ini menambah daftar negara di Asia Tenggara yang mulai mengandalkan WFH sebagai strategi penghematan energi. Sebelumnya, Myanmar dan Thailand juga telah mendorong kebijakan serupa untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan listrik.

Di sisi lain, Indonesia juga tengah bersiap mengumumkan kebijakan WFH. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan bahwa keputusan resmi akan segera diumumkan.

Halaman Selanjutnya

“Sabar saja, itu saya dengar kemungkinan besar, kemungkinan, ya, akan disampaikan resmi besok. Jadi, saya enggak mau mendahului,” ujarnya. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |