Makati, VIVA – Di tengah agenda internasional Council of Asian Liberals and Democrats (CALD), Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, tetap menunjukkan kedisiplinan tingkat tinggi. Pada Jumat pagi, 27 Maret, Hasto memulai hari dengan aktivitas lari pagi menyusuri pusat bisnis Makati, Filipina.
Memulai start dari Hotel Dusit Thani, lokasi acara CALD, Hasto tampil mengenakan kaos merah bertuliskan "Soekarno Run". Pesan di kaos tersebut—Berlarilah di Atas Kaki Sendiri—seolah menjadi pernyataan ideologis di jantung kota Manila.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebelum memacu langkahnya, Hasto melakukan gerakan pemanasan (stretching) yang matang di area lobi hotel, memastikan otot-ototnya siap menghadapi rute aspal Makati menuju arah Ayala Triangle Gardens.
"Berlari dengan kaos ini di negeri tetangga adalah pengingat bahwa di mana pun kita berada, prinsip Berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri harus selalu dibawa. Ini bukan sekadar olahraga, tapi laku batin untuk tetap teguh pada identitas bangsa," ujar Hasto di sela-sela pemanasannya.
Tidak sendirian, Hasto tampak berlari didampingi oleh sejumlah staf dan fungsionaris PDIP yang turut hadir dalam delegasi forum CALD.
Kehadiran Hasto di Filipina adalah untuk membahas isu-isu krusial terkait tantangan demokrasi di Asia. Baginya, lari pagi bukan sekadar hobi, melainkan cara menjaga "Stamina untuk Demokrasi".
"Politik itu sejatinya adalah maraton, bukan sprint. Ia membutuhkan napas panjang, daya tahan menghadapi tekanan, dan keteguhan hati untuk tetap berada di jalur yang benar," ungkap Hasto.
Hasto sendiri menggunakan kesempatan lari itu untuk mengetahui bagaimana situasi Makati di pagi hari. Ia mencatat, antusiasme berolahraga warga Jakarta lebih tunggi dibanding penduduk Manila khususnya Makati.
"Ini Jumat oagi, biasanya di Jakarta hari Jumat banyak warga berolahraga. Di sini antusiasme kurang" ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hasto juga mencatat bahwa kendaraan publik di kawasan masih didominasi mobil bertenaga BBM bukan listrik, sehingga aroma diesel di udara cukup terasa. Namun positifnya, berbagai gedung tinggi dan pencakar langit di kawasan Makati tidak memiliki pagar dan sekat.
"Sehingga dengan tanpa pagar dan sekat, ruang publik jadi justru lebih besar. Ini bagus kalau mau dicontoh untuk manajemen Kota Jakarta," kata Hasto.
Halaman Selanjutnya
Uniknya saat berlari di Taman Ayala Triangle, Hasto menemukan patung Banteng. Iapun sempat berfoto di dekat patung banteng itu. Dengan berlari mengelilingi taman Ayala yang hijau di tengah kepungan gedung pencakar langit, Hasto menunjukkan kesiapan mental dalam menghadapi diskusi diplomasi yang berat harus diawali dengan kebugaran fisik yang prima.

4 weeks ago
14



























