Latih Petani Sawit Perempuan Lebih Produktif & Mandiri, Triputra Agro Persada Geber Program Perkasa

2 days ago 2

Kamis, 23 April 2026 - 15:20 WIB

Jakarta, VIVA – Pengelolaan perkebunan sawit oleh perempuan kini sudah semakin bertranformasi menjadi lebih mandiri. Bahkan di berbagai wilayah sentra sawit rakyat, perempuan kini semakin aktif terlibat dalam pengelolaan kebun.

Salah satu program yang mendukung ke arah tersebut misalnya seperti milik PT Muaratoyu Subur Lestari, sebagai anggota dari PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP), yang memiliki Program Pelatihan Petani Berkualitas dan Sejahtera (Perkasa).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program yang berfokus pada peningkatan kapasitas petani melalui pembelajaran praktis di lapangan itu, bertujuan mendorong produktivitas kebun petani guna mendongkrak aspek kesejahteraan para petaninya secara berkelanjutan.

Petani sawit dari Desa Mendik, Paser, Kalimantan Timur, Ida Farida mengatakan, Program Perkasa ini telah melatihnya untuk memilih bibit, menentukan waktu pemupukan, hingga memastikan proses panen dilakukan dengan benar.

"Peran ini tumbuh seiring meningkatnya kesadaran bahwa keberhasilan kebun tidak hanya ditentukan oleh tenaga, tetapi juga pengetahuan," kata Ida dalam keterangannya, Kamis, 23 April 2026.

Ida mengaku, sebelumnya dia memanen tandan buah segar (TBS) tanpa benar-benar memahami tingkat kematangan yang ideal. Buah yang dipanen sering kali belum matang sempurna, sehingga harga jual yang diterima pun tidak optimal saat dijual ke pabrik kelapa sawit.

“Saya benar-benar baru mengetahui kalau sawit yang masih kecil itu tidak boleh dipotong dulu. Sebelumnya saya belum tahu, jadi asal panen saja. Sekarang jadi tahu ilmunya, jadi lebih paham mana yang sudah layak dipanen dan mana yang belum, supaya hasilnya juga bisa lebih bagus,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program pelatihan Perkasa dirancang dengan memadukan 40 persen teori dasar dan 60 persen praktik langsung di lapangan secara intensif selama tiga hari. Harapannya, petani peserta dapat langsung mempraktikkan cara merawat tanaman secara presisi, sehingga mereka pulang dengan kepercayaan diri untuk menjadi ahli di kebun sendiri.

Peserta pelatihan Perkasa dari PT Gawi Bahandep Sawit Mekar, Syarifah menjelaskan, banyak petani termasuk petani perempuan di desanya selama ini mengelola kebun sawit seadanya, karena keterbatasan pengetahuan. Alhasil, produktivitas yang didapat juga ala kadarnya.

Halaman Selanjutnya

“Masyarakat sebelumnya tidak mengetahui bagaimana cara pemupukan, panen, dan perawatan tanaman yang benar sehingga hasil yang didapat tidak maksimal. Setelah ikut pelatihan Perkasa, kami jadi tahu waktu yang tepat, cara yang benar, dan alasan di balik setiap tindakan di kebun," kata Syarifah.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |