VIVA – Setelah momen hangat Lebaran dan pulang dari kampung halaman, tidak sedikit orang justru merasakan penurunan suasana hati saat kembali ke rutinitas. Fenomena ini dikenal sebagai post-holiday blues, kondisi psikologis yang umum terjadi setelah liburan panjang.
Perasaan yang muncul pun beragam. Mulai dari sedih, lelah, cemas, sulit fokus, hingga kehilangan motivasi untuk kembali bekerja atau beraktivitas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bagi sebagian orang, rasa “kosong” setelah meninggalkan keluarga di kampung halaman menjadi pemicu utama. Scroll untuk info lebih lanjut...
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi, menyebut fenomena ini berkaitan dengan perubahan besar dari suasana liburan yang santai ke rutinitas yang padat.
"Survei World Travel & Tourism Council (WTTC) tahun 2023, mencatat 41 persen pemudik Indonesia mengalami gejala kecemasan dan depresi ringan hingga sedang," kata Imran.
Selain faktor emosional, post-holiday blues juga bisa dipicu oleh kelelahan setelah perjalanan panjang, tekanan finansial pasca-liburan, hingga ekspektasi sosial selama mudik yang tidak selalu sesuai harapan.
Dampaknya tidak bisa dianggap remeh. Kondisi ini dapat memengaruhi produktivitas kerja, meningkatkan stres, bahkan berisiko berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang lebih serius jika berlangsung lama.
Meski begitu, ada sejumlah cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu tubuh dan pikiran kembali beradaptasi. Salah satunya adalah memberi waktu transisi setelah liburan, alih-alih langsung kembali ke ritme kerja penuh.
"Menjaga rutinitas kesehatan dasar juga penting. Tidur teratur, makan seimbang dan olahraga ringan dapat membantu tubuh dan pikiran beradaptasi kembali," katanya.
Menjaga koneksi sosial juga dapat membantu mengurangi rasa kehilangan. Berkomunikasi dengan keluarga atau teman, meski hanya lewat panggilan video, bisa memberi efek emosional yang positif.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di sisi lain, membatasi paparan media sosial juga penting. Terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain justru dapat memperburuk suasana hati. Aktivitas sederhana seperti berjalan santai di ruang terbuka atau melakukan hobi juga bisa membantu memperbaiki mood.
Jika perasaan tidak nyaman ini berlangsung lebih dari dua minggu atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater menjadi langkah yang disarankan.
Halaman Selanjutnya
Fenomena post-holiday blues sendiri tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara setelah libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru. Artinya, kondisi ini merupakan hal yang wajar dialami banyak orang.

4 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)