Menkeu Purbaya Pilih Jumat Jadi Hari WFH, Bilang Bisa Hemat BBM

4 weeks ago 12

Sabtu, 28 Maret 2026 - 07:30 WIB

Jakarta, VIVA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang tengah disiapkan pemerintah tidak akan mengganggu produktivitas ekonomi nasional, bahkan berpotensi memberikan efisiensi penggunaan energi.

Menurutnya, dari sisi fiskal maupun aktivitas ekonomi, kebijakan WFH tidak akan berdampak signifikan terhadap produktivitas nasional apabila diterapkan secara selektif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nggak (mengganggu), kalau kita pilih dengan cermat. Kalau kita pilih Jumat, jadi pasti ada penghematan BBM berapa persen lah, saya nggak tahu detailnya karena bisa berubah-ubah tergantung harga minyak," ujar Purbaya ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan, sektor-sektor strategis seperti industri manufaktur dan pelayanan publik tetap akan berjalan normal karena tidak seluruh jenis pekerjaan dapat dilakukan secara jarak jauh.

Selain itu, penerapan WFH dinilai berpotensi menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) akibat berkurangnya mobilitas masyarakat, meskipun besaran penghematan masih bergantung pada harga minyak.

"Kalau untuk produktivitas kan, kalau untuk pabrik-pabrik dan lain-lain yang memang memerlukan kerja terus-menerus, ya nggak harus kan. Terus untuk pelayanan publik ya tetap jalan. Jadi harusnya nggak masalah kalau cuma satu hari saja. Produktivitas kita total nggak akan terlalu terganggu," jelas Purbaya.

Ia menambahkan, pembahasan terkait kebijakan WFH masih berlangsung di tingkat pemerintah dan terus dimonitor langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, pemerintah masih menggelar rangkaian rapat lanjutan untuk mematangkan skema penerapan kebijakan tersebut sebelum diumumkan secara resmi.

"Pak Presiden monitor langsung gitu. Ini sebentar lagi diumumkan oleh Pak Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto)," imbuhnya. (Ant)

Kondisi Darurat Energi di Filipina

Presiden Filipina Tetapkan Darurat Energi 1 Tahun, Stok BBM Tinggal 45 Hari

Presiden Filipina tetapkan darurat energi 1 tahun akibat dampak perang Timur Tengah. Cadangan BBM hanya cukup 45 hari, pemerintah buru tambahan pasokan minyak.

img_title

VIVA.co.id

28 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |