Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:00 WIB
VIVA –Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuding tentara Amerika Serikat meninggalkan pangkalan militer di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan berlindung di lokasi sipil.
“Sejak awal perang ini, tentara AS meninggalkan pangkalan militer di kawasan GCC dan bersembunyi di hotel serta perkantoran,” tulis Araghchi di platform X seperti dikutip dari laman Iran Internasional, Sabtu 28 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menilai langkah tersebut sama saja dengan menjadikan warga sipil di kawasan Teluk sebagai ‘tameng’ tempat mereka berlindung.
Ia membandingkan situasi tersebut dengan hotel-hotel di Amerika Serikat, yang menurutnya menolak menerima pemesanan dari personel militer yang berpotensi membahayakan tamu, dan ia pun mendorong hotel-hotel di kawasan Teluk untuk menerapkan langkah serupa.
“Hotel-hotel di AS menolak pemesanan dari personel militer yang bisa membahayakan tamu. Hotel di negara-negara GCC seharusnya juga melakukan hal yang sama,” kata dia.
Aragachi hubungi Sekjen PBB
Sementara itu pada Kamis kemarin, Aragachi sempat melakukan percakapan telepon dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, untuk membahas perkembangan terbaru di kawasan serta dampak keamanan dan kemanusiaan dari eskalasi militer yang masih berlangsung.
Araghchi mengatakan agresi militer AS-Israel terhadap Iran telah menimbulkan dampak luas, baik dari sisi keamanan maupun kemanusiaan. Ia menyoroti serangan terhadap target sipil, termasuk sekolah, rumah sakit, situs budaya dan bersejarah, serta kawasan permukiman.
Ia juga menyampaikan kepada Guterres soal apa yang ia sebut sebagai pelanggaran dan kejahatan, sambil mendesak PBB menjalankan tanggung jawabnya dalam menangani pelanggaran serius terhadap hukum internasional, hak asasi manusia, dan hukum humaniter internasional.
Menteri Iran itu menegaskan bahwa Teheran bertekad melanjutkan pembelaan yang sah demi menjaga keamanan, kedaulatan, dan keutuhan wilayahnya, demikian seperti dikutip dari laman Anadolu Agency.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Araghchi turut mengkritik seruan dari sejumlah pihak yang dianggapnya berpihak karena hanya meminta Iran menahan diri. Menurutnya, sikap tersebut mengabaikan fakta bahwa Amerika Serikat, bersama Israel, yang memulai dan memperluas perang.
Terkait Selat Hormuz, ia menyebut ketegangan yang terjadi saat ini merupakan dampak langsung dari eskalasi konflik. Ia menambahkan bahwa mencegah kapal-kapal yang terkait dengan “musuh” untuk melintas merupakan hak Iran sebagai negara pesisir, sembari menegaskan bahwa langkah-langkah tetap diambil untuk menjaga keselamatan pelayaran.
Halaman Selanjutnya
Ia juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa mengambil sikap yang jelas dan langkah konkret untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional, termasuk dengan mengutuk pihak yang disebutnya sebagai agresor serta meminta pertanggungjawaban mereka.

4 weeks ago
19



























