Jakarta, VIVA – Usai Lebaran, Jakarta kembali menjadi magnet bagi para pencari kerja dari berbagai daerah. Fenomena ini terjadi hampir setiap tahun, di mana banyak perantau datang dengan harapan mendapatkan pekerjaan dan memulai hidup baru di ibu kota.
Seiring dengan itu, kebutuhan akan kendaraan pribadi pun ikut meningkat. Motor menjadi pilihan utama karena dinilai paling efisien untuk menunjang mobilitas harian di tengah kemacetan Jakarta, terutama bagi pekerja baru dengan penghasilan setara upah minimum provinsi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dengan gaji UMP Jakarta yang berada di kisaran Rp5 jutaan, membeli motor tentu tidak bisa sembarangan. Perlu pertimbangan matang agar cicilan atau biaya pembelian tidak membebani kebutuhan hidup seperti kos, makan, hingga kebutuhan harian lainnya.
Motor matic 110–125 cc menjadi pilihan paling rasional. Honda BeAT misalnya, yang dari penelusuran VIVA Otomotif Jumat 27 Maret 2026 dijual sekitar Rp18–19 jutaan. Jika dibeli kredit dengan DP Rp2–3 jutaan dan tenor 35 bulan, cicilannya berkisar Rp700 ribu hingga Rp850 ribu per bulan.
Sementara Honda Vario 125 yang harganya Rp23–25 jutaan memiliki cicilan sekitar Rp900 ribu hingga Rp1,2 juta per bulan, dengan DP Rp3–4 jutaan. Yamaha Gear 125 yang berada di kisaran Rp20–21 jutaan juga bisa dicicil sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta per bulan.
Di sisi lain, motor bekas tetap menjadi opsi paling realistis bagi pekerja baru. Dengan dana Rp5–8 jutaan, motor seperti Honda BeAT atau Yamaha Mio tahun lama sudah bisa dimiliki tanpa cicilan. Bahkan jika dikreditkan, cicilan motor bekas umumnya hanya Rp400 ribu hingga Rp700 ribu per bulan.
Namun, bagaimana jika dibandingkan dengan transportasi umum di Jakarta?
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Untuk pekerja yang mengandalkan TransJakarta, tarifnya relatif murah yakni sekitar Rp3.500 sekali jalan. Jika digunakan pulang-pergi selama 22 hari kerja, total biaya hanya sekitar Rp154 ribu per bulan. Jika dikombinasikan dengan KRL atau MRT, biaya bisa naik ke kisaran Rp300 ribu hingga Rp600 ribu per bulan, tergantung jarak dan frekuensi perjalanan.
Sekilas, transportasi umum memang jauh lebih hemat dibanding cicilan motor. Namun, ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan seperti waktu tempuh, fleksibilitas, serta akses dari rumah ke halte atau stasiun.
Halaman Selanjutnya
Motor menawarkan keunggulan dalam hal kepraktisan dan efisiensi waktu, terutama bagi pekerja yang tinggal di area yang tidak terjangkau langsung oleh transportasi umum. Meski demikian, biaya operasional seperti bensin (sekitar Rp300–500 ribu per bulan) dan servis juga perlu diperhitungkan.

4 hours ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)