Naas Ilmuwan Kenamaan Amerika Serikat Tewas Ditembak

1 day ago 2

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:00 WIB

Jakarta, VIVA – Seorang ilmuwan ternama dari California Institute of Technology (Caltech) baru-baru ini ditembak hingga tewas di rumahnya di daerah pedesaan di luar Los Angeles. Carl Grillmair yang diketahui aktif meneliti planet dan berbagai bidang astronomi meninggal akibat luka tembak di tubuhnya.

Menyusul dengan peristiwa penembakan tersebut, Departemen Sheriff setempat juga telah menangkap seorang tersangka pembunuhan Grillmair yang diidentifikasi sebgai Freddy Snyder. Pria berusia 29 tahun itu kini menghadapi tuduhan pembunuhan terkait kematian Grillmair, sekaligus dakwaan perampokan kendaraan dan pembobolan rumah terkait kasus lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihak berwenang mengatakan para deputi setempat menanggapi panggilan darurat tentang kekerasan dengan senjata mematikan di rumah Grillmair sekitar pukul 06.00 pada Senin.

Para deputi menemukan Grillmair di beranda rumah dengan satu luka tembak. Tim medis menyatakan ia meninggal di lokasi.

Saat menyelidiki pembunuhan Grillmair, deputi menangkap Snyder terkait kasus perampokan kendaraan yang terjadi di dekat lokasi. Kemudian, Snyder didakwa atas pembunuhan Grillmair, perampokan kendaraan tersebut, dan pembobolan rumah yang dilaporkan pada 28 Desember, menurut catatan pengadilan yang dikaji The Guardian.

Belum jelas apakah Grillmair mengenal Snyder sebelumnya.

Sementara itu, seorang juru bicara Caltech University membenarkan bahwa Grillmair bekerja sebagai ilmuwan riset di universitas tersebut. Ia membantu meneliti alam semesta melalui Caltech’s Infrared Processing and Analysis Center, yang bermitra dengan NASA, National Science Foundation, dan peneliti di seluruh dunia.

CV Grillmair menunjukkan pengalaman lebih dari empat dekade di bidangnya, termasuk ratusan publikasi, makalah, dan abstrak yang disumbangkan serta medali prestasi ilmiah luar biasa dari NASA.

“Dia tak tergantikan. Saya akan merindukannya secara pribadi, dan juga sebagai rekan kerja,” ujar Sergio Fajardo-Acosta, yang bekerja bersama Grillmair di Caltech selama 26 tahun, dalam wawancara Jumat pekan lalu seperti dikutip dari laman The Guardian

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rekam Jejak Grillmair di bidang Sains

Fajardo-Acosta mengatakan Grillmair memberi kontribusi penting dalam pemahaman ilmuwan tentang galaksi Bima Sakti, termasuk pengetahuan mengenai tabrakan dan penggabungan galaksi lain di masa lalu.

Halaman Selanjutnya

Prestasi paling luar biasa menurut Fajardo-Acosta adalah saat Grillmair mendeteksi tanda-tanda adanya air di sebuah planet jauh yang mengorbit bintang selain matahari.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |