VIVA - Menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Wakil Menteri Hukum RI Edward Omar Sharif Hiariej menegaskan bahwa Pancasila menjadi warisan berharga para pendiri bangsa yang relevan untuk menjawab krisis nilai yang tengah dihadapi dunia.
Hal itu disampaikan Edward Omar Sharif Hiariej, atau yang akrab disapa Eddy, saat menjadi pembicara kunci dalam Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum Kementerian Hukum dan Institut Leimena, Jumat, 29 Mei 2026 malam.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Webinar yang diikuti sedikitnya 10.000 peserta dari dalam dan luar negeri tersebut mengangkat pentingnya menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.
Dalam paparannya, Eddy mengutip laporan UNESCO tahun 2021 berjudul Reimagining Our Futures Together yang menyebut tatanan global saat ini sedang menghadapi krisis nilai.
“Gejala normalisasi kekerasan, ketidaksetaraan, dan hilangnya rasa hormat terhadap sesama manusia menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup bermasyarakat,” kata Eddy.
Menurutnya, salah satu kunci untuk memulihkan dan merawat masyarakat yang sehat adalah membangun kembali kepercayaan sosial. Namun, kepercayaan sosial hanya dapat tumbuh apabila terdapat pengakuan yang tulus terhadap martabat manusia tanpa membedakan ras, suku, status sosial, maupun agama.
“Disinilah letak keunikan, dan kehebatan para pendiri bangsa kita dalam merumuskan Pancasila. Pancasila hadir sebagai jembatan emas yang mempertemukan human dignity dan social trust,” kata Eddy.
Ia menegaskan Pancasila tidak boleh berhenti sebagai konsep atau teori, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Karena itu, Eddy mengapresiasi pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya sebagai instrumen strategis untuk menerjemahkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejak awal 2025, Kementerian Hukum melalui BPSDM Hukum sebagai Kampus Pengayoman Pancasila bekerja sama dengan Institut Leimena menyelenggarakan pelatihan LKLB bagi aparatur sipil negara di bidang hukum.
“Pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya yang sejauh ini telah menjangkau lebih dari 11.000 guru di 38 provinsi dan 400 ASN di bidang hukum di Indonesia, merupakan langkah konkret dalam menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam ruang-ruang kelas dan interaksi sosial masyarakat,” tandas Eddy.
Halaman Selanjutnya
Pancasila Modal Perdamaian Dunia

4 weeks ago
19











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)

