Paus Leo Sindir Trump: Tuhan Menolak Doa Pemimpin Suka Perang

2 hours ago 3

Senin, 30 Maret 2026 - 14:53 WIB

VIVA Paus Leo XIV menyampaikan kritikan yang sangat keras dalam pidatonya saat memulai Pekan Suci Gereja Katolik dengan doa di Minggu Palma, terhadap pihak-pihak yang mengobarkan perang di Iran yang membuat ribuan orang menderita. 

Dalam kritik yang tampaknya ditujukan kepada pemerintahan Trump pada hari Minggu, Paus dari Amerika itu mengatakan Tuhan mengabaikan doa para pemimpin yang melancarkan perang dan memiliki "tangan yang penuh darah".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Paus Leo, yang terpilih sebagai paus Amerika pertama Gereja Katolik tahun lalu, tidak ragu-ragu untuk berpidato menentang Presiden Donald Trump, termasuk tindakannya yang mengusir imigran.

"Yesus adalah Raja Damai, yang menolak perang, yang tidak dapat digunakan siapa pun untuk membenarkan perang," kata Paus Leo selama Misa Minggu Palma di Vatikan pada hari Minggu. "Ia tidak mendengarkan doa-doa mereka yang berperang, tetapi menolaknya."

Dalam khotbahnya, Paus Leo berbicara tentang keinginan Yesus untuk menyebarkan perdamaian daripada kekerasan.

"Ia tetap teguh dalam kelembutan, sementara yang lain membangkitkan kekerasan," katanya. "Ia menawarkan Diri-Nya untuk merangkul umat manusia, bahkan ketika yang lain mengangkat pedang dan pentungan."

"Ia mengungkapkan wajah lembut Tuhan, yang selalu menolak kekerasan," tambahnya.

Pidato Paus Leo yang tajam itu disampaikan beberapa hari setelah Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth berbicara pada kebaktian Kristen pertama di Pentagon pada hari Jumat. 

Hegseth mengatakan bahwa ia berdoa untuk "kekerasan yang luar biasa" terhadap Iran dan musuh-musuh AS lainnya, yang tidak pantas mendapatkan "belas kasihan".

"Biarlah setiap peluru mengenai sasarannya terhadap musuh-musuh kebenaran dan bangsa kita yang agung," kata Hegseth pada acara virtual tersebut. "Berikan mereka kebijaksanaan dalam setiap keputusan, ketahanan untuk cobaan yang akan datang, persatuan yang tak terpecahkan, dan kekerasan yang luar biasa dalam tindakan terhadap mereka yang tidak pantas mendapatkan belas kasihan."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sambil membacakan ayat dari Kitab Mazmur, ia melanjutkan, "Aku mengejar musuh-musuhku dan menyusul mereka, dan tidak berbalik sampai mereka binasa."

Paus Leo sebelumnya telah berselisih dengan anggota parlemen Republik tentang bagaimana menafsirkan ayat-ayat Alkitab, yang telah digunakan oleh anggota pemerintahan Trump untuk membenarkan agenda-agenda kekerasan terhadap warga, termasuk deportasi massal yang dilakukan Trump. 

anggota komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dave Laksono

Satu Prajurit TNI Tewas di Lebanon, DPR Buka Opsi Penarikan Pasukan dari Timur Tengah

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyampaikan belasungkawa atas gugurnya seorang prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian UNIFIL di Lebanon.

img_title

VIVA.co.id

30 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |