Pengakuan Bos Ayam Goreng di Bekasi Temukan Mayat Pegawainya di Dalam Freezer

3 weeks ago 18

Senin, 30 Maret 2026 - 06:07 WIB

VIVA – Penemuan mayat salah seorang pegawai warung ayam goreng geprek di dalam freezer di Kabupaten Bekasi menghebohkan warga sekitar. Pemilik kios usaha ayam geprek, Elen Saputra, adalah pihak yang pertama menemukan pegawainya itu tewas di dalam lemari pendingin.

Menurut Elen, korban bernama Pak Bedul yang berusia sekitar 45 tahun itu ditemukan tewas di tempat usahanya yang berlokasi di Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (28/3), menemukan mayat salah seorang pegawainya dalam freezer.  Bedul merupakan pekerja lepas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengatakan penemuan mayat pegawainya tersebut bermula saat dirinya mendatangi kios untuk memeriksa kondisinya yang ditinggalkan para pegawai mudik Lebaran.

Dari celah pintu, ia  mengatakan melihat sesuatu yang mencurigakan di dalam freezer dan dirinya sontak terkejut saat mendapati jasad korban sudah terbungkus kain dan plastik di dalam mesin pembeku makanan tersebut.

"Saya datang ke sini karena karyawan pada mudik semua. Pas saya cek dan intip dari celah, saya lihat ada yang mencurigakan. Waktu freezer dibuka, ternyata korban sudah terbungkus kain dan plastik di dalamnya," kata Elen

Ia mengatakan kemudian memberi tahu warga dan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Petugas Polsek Serang Baru dan Polres Metro Bekasi mendatangi lokasi untuk olah tempat kejadian perkara (TKP).

Elen mengungkapkan korban juga merupakan petugas keamanan ruko setempat, selain sebagai pekerja lepas pada usaha miliknya. Saat menemukan jasad korban, menurut dia, beberapa barang operasional toko hilang.

"Dua sepeda motor yang biasa digunakan oleh korban dan satu karyawan lain hilang. Itu motor operasional," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Elen mengaku belum dapat memastikan ada atau tidaknya korelasi atas hilangnya dua sepeda motor operasional toko miliknya dengan kejadian penemuan jasad itu. Namun dirinya memastikan pegawainya tidak dapat dihubungi sejak Jumat, 27 Maret 2026.

"Karyawan (tetap) saya ada dua, laki-laki usia 28 tahun dan 24 tahun, tapi motor tidak di kios itu. Saya tidak tahu di mana, karyawan juga tidak bisa ditelepon, di chat whatsapp juga ceklis satu," ujar dia.

Halaman Selanjutnya

Ia mengatakan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian. "Saya tidak bisa menduga atau menyimpulkan juga ada kaitan atau tidak antara sepeda motor hilang dan penemuan jenazah, saya serahkan ke polisi saja".

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |