Jakarta, VIVA – Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menilai bahwa salah satu indikator tidak sehatnya tata kelola demokrasi di internal partai politik adalah terpilihnya ketua umum yang bukan berasal dari kader partai tersebut.
Hal itu disampaikan dalam Seminar Nasional yang digelar oleh Pinter Hukum, bertajuk Independensi Partai Politik, Penguatan Soliditas Internal dan Mitigasi Intervensi Eksternal yang digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Titi, kepemimpinan partai semestinya mencerminkan proses kaderisasi yang berjalan secara konsisten di internal partai. Ia menekankan bahwa pengambilan keputusan harus dilakukan secara demokratis, dengan melibatkan suara pengurus dan anggota.
“Ketua umum partai politik seharusnya benar-benar merupakan hasil dari mekanisme kaderisasi. Proses pengambilan keputusan di partai juga harus demokratis, mendengar aspirasi pengurus dan anggota,” ujar Titi.
Titi juga mengkritisi praktik munculnya pemimpin instan dalam tubuh partai. Dia menilai, meskipun partai bersifat terbuka, kepemimpinan tetap seharusnya dipegang oleh individu yang telah melalui proses panjang sebagai kader.
“Tidak seharusnya seseorang yang baru bergabung, bahkan dalam hitungan hari, tiba-tiba bisa menjadi ketua umum. Partai tetap harus dikelola oleh kader yang berproses di dalamnya,” tambahnya.
Senada dengan itu, pengamat politik Adi Prayitno menegaskan bahwa partai politik yang sehat tidak boleh merekrut figur secara instan tanpa rekam jejak yang jelas hanya demi kepentingan tertentu.
“Partai yang kuat dan kokoh tidak boleh dengan alasan apa pun, merekrut tokoh yang tidak jelas latar belakangnya, lalu secara tiba-tiba menjadi ketua umum. Itu jelas tidak sehat,” tegas Adi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia juga menekankan pentingnya menjaga independensi partai dari berbagai bentuk intervensi eksternal. Menurutnya, kekuatan partai terletak pada sistem rekrutmen dan kaderisasi yang solid.
“Jika ingin partai kuat, stabil, dan berkelanjutan, maka kuncinya ada pada rekrutmen yang baik dan kaderisasi yang konsisten, tanpa intervensi dari pihak mana pun,” pungkasnya.
Peringati 40 Tahun 'People Power', Sekjen PDIP Hasto Hadiri Konsolidasi Demokrasi Regional di Filipina
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menghadiri pembukaan rangkaian kegiatan Council of Asian Liberals and Democrats (CALD) di Hotel Dusit Thani, Manila, Kamis 26 Maret 2026.
VIVA.co.id
26 Maret 2026

6 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

