VIVA – Kabar tak biasa datang jelang Piala Dunia 2026. Inggris dilaporkan berpotensi mengalami krisis bir di tengah euforia pesta sepak bola musim panas nanti.
Ancaman ini tak lepas dari dampak konflik di Timur Tengah, khususnya perang di Iran, yang mulai mengganggu rantai pasok global, termasuk bahan penting seperti CO2 yang digunakan dalam produksi minuman berkarbonasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Situasi ini membuat Perdana Menteri Keir Starmer turun tangan. Ia bahkan disebut telah membentuk tim khusus yang dijuluki “komite bir” untuk mengantisipasi potensi kelangkaan tersebut.
Sumber dari Whitehall menyebut pemerintah berupaya keras menjaga ketersediaan pasokan, terutama menjelang musim panas dan momen Piala Dunia.
“Perang di Timur Tengah jelas berdampak pada rantai pasok Inggris. Tapi tidak ada yang lebih nikmat dari segelas bir dingin di bawah matahari setelah hari yang panjang. Karena itu kami melakukan segala cara untuk mengamankan pasokan, termasuk CO2,” ujar sumber tersebut.
Bagi para penggemar sepak bola inggris, kabar ini tentu jadi perhatian serius. Menyaksikan tim seperti Inggris dan Skotlandia tanpa ditemani minuman dingin dianggap “kurang lengkap” oleh banyak fans.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain bir, konflik juga diperkirakan akan terus mendorong kenaikan harga energi seperti gas, listrik, hingga bahan bakar—yang pada akhirnya ikut menekan biaya produksi berbagai kebutuhan, termasuk minuman.
Jika tak segera diatasi, Piala Dunia 2026 bisa saja menghadirkan suasana berbeda di Inggris—bukan hanya soal hasil di lapangan, tapi juga soal apa yang ada di gelas para pendukungnya.
Trump Mendadak Batalkan Misi ke Pakistan, Negosiasi Iran-AS Buntu di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
Trump batalkan misi ke Pakistan untuk negosiasi Iran, konflik memanas di Selat Hormuz picu ancaman krisis energi global dan kebuntuan diplomasi AS-Iran.
VIVA.co.id
26 April 2026

7 hours ago
1



























