Polo Air Disebut 'Sepak Bola Air', Akuatik Indonesia Siapkan Pembentukan Asosiasi

4 hours ago 2

Sabtu, 28 Februari 2026 - 18:52 WIB

Jakarta, VIVA - Olahraga akuatik Indonesia tak lagi hanya berbicara soal perolehan medali semata. Di tengah tuntutan prestasi dan keberlanjutan pembinaan, Federasi Akuatik Indonesia mulai menaruh perhatian lebih pada tata kelola cabang olahraga yang dinilai memiliki potensi besar, baik dari sisi prestasi maupun industri. Salah satunya adalah Polo Air, cabang beregu yang kerap disebut sebagai “sepak bolanya air”.

Wacana tersebut mencuat usai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Federasi Akuatik Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, pada Sabtu 28 Februari 2026. Ketua Umum Akuatik Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengungkapkan adanya kajian serius untuk menyiapkan pola pengelolaan khusus bagi Polo Air, tanpa melepaskannya dari naungan federasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Anindya, karakter Polo Air berbeda dibandingkan cabang akuatik lainnya seperti renang, loncat indah, atau renang indah. Sebagai olahraga beregu murni, Polo Air membutuhkan pendekatan pembinaan, pembiayaan, hingga kompetisi yang lebih spesifik.

“Ini olahraga tim beregu, sudah bisa dibilang sepak bolanya air. Jadi dibutuhkan perhatian khusus dan juga penanganan khusus, termasuk dari sisi pembiayaan, pelatihan, dan keberlanjutan kompetisi,” ujar Anindya usai Rakernas Federasi Akuatik Indonesia 2026 kepada Wartawan.

Pembukaan Rakernas oleh Ketua Umum Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie

Photo :

  • Abdul Aziz Masindo/VIVA.co.id

Wacana Asosiasi Khusus, Tetap di Bawah Federasi

Dalam Rakernas tersebut, muncul usulan agar Polo Air dikelola melalui asosiasi tersendiri, namun tetap berada di bawah payung besar Akuatik Indonesia. Gagasan ini disebut bukan hal baru, karena sudah mengemuka sejak satu hingga dua tahun terakhir.

Anindya menegaskan, langkah tersebut masih dalam tahap kajian, termasuk dari sisi hukum dan organisasi. Federasi ingin memastikan bahwa model pengelolaan baru tidak bertabrakan dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Arahnya memang ke sana. Tinggal kita cari bentuk yang paling pas, supaya penanganannya lebih fokus tanpa mengubah struktur besar federasi,” jelasnya.

Ia juga mencontohkan pola yang diterapkan di cabang olahraga lain seperti Futsal di bawah PSSI, di mana federasi induk menaungi beberapa asosiasi atau sub-organisasi khusus. Pendekatan ini dinilai bisa membuat pembinaan lebih terarah dan kompetisi berjalan lebih konsisten.

Halaman Selanjutnya

Prestasi Ada, Regenerasi Jalan

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |