Prancis Rela Izinkan Penjualan Solar di Bawah Standar Demi Cegah Kelangkaan BBM

4 weeks ago 18

Sabtu, 28 Maret 2026 - 08:00 WIB

Paris, VIVA – Pemerintah Prancis memberi izin sementara bagi penjualan bahan bakar yang tidak memenuhi standar teknis, BFMTV melaporkan pada Kamis 26 Maret 2026.

Menteri Ekonomi dan Keuangan Prancis Roland Lescure sebelumnya mengatakan kondisi pasar energi di negara itu tidak seserius di negara Uni Eropa lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahan bakar yang diizinkan penjualannya itu dikabarkan kurang tahan terhadap suhu rendah karena perbedaan titik sumbat filter dingin (cold filter plugging point) — suhu tertinggi di mana mesin diesel masih bisa menyala dan beroperasi.

Kebijakan itu diambil untuk menghadapi potensi kelangkaan solar di tengah ketidakstabilan harga energi global, sebut laporan itu.

Standar normal di Prancis mengharuskan mesin diesel dapat beroperasi pada suhu serendah minus 15 derajat Celsius.

Namun, pengecualian ini memungkinkan penjualan solar yang hanya dapat beroperasi hingga nol derajat Celsius.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Eskalasi tersebut menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk ke pasar global.

Gangguan itu juga memengaruhi ekspor dan produksi minyak di kawasan serta mendorong kenaikan harga energi dunia. (Ant)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Menkeu Purbaya Pilih Jumat Jadi Hari WFH, Bilang Bisa Hemat BBM

Penerapan WFH dinilai berpotensi menekan konsumsi BBM akibat berkurangnya mobilitas masyarakat, meskipun besaran penghematan masih bergantung pada harga minyak.

img_title

VIVA.co.id

28 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |