Jakarta, VIVA – Polda Metro Jaya masih mendalami adanya laporan soal manajer kursus les Bahasa Inggris berinisial V (29) yang diduga melakukan pengancaman terhadap anak perempuan berinisial C (7) di tempat kursus itu yang berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya, Kamis, menjelaskan pelapor juga membuat laporan di Polsek Kelapa Gading serta Polres Metro Jakarta Utara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Selain LP di Polda Metro Jaya, terdapat dua laporan lain yang masih berkaitan dengan rangkaian peristiwa yang sama, yaitu satu di Polsek Kelapa Gading dan satu di Polres Metro Jakarta Utara," katanya.
Tiga laporan tersebut nantinya akan diteliti lebih dulu terkait ada tidaknya kesamaan dalam substansi, objek dugaan tindak pidana, serta keterkaitan peristiwanya.
Jika memiliki kesamaan, kata Budi, maka akan dilakukan koordinasi dalam menindaklanjuti laporan tersebut.
"Jadi, apabila objek hukumnya berbeda, penanganannya dapat berjalan terpisah sesuai kewenangan masing-masing. Sebaliknya, apabila dinilai satu rangkaian yang memerlukan penanganan terpadu, tentu akan dilakukan koordinasi lebih lanjut sesuai mekanisme yang berlaku," ucapnya.
Sebelumnya, orang tua korban melaporkan manajer kursus les Bahasa Inggris berinisial V (29) atas dugaan pengancaman terhadap anak perempuan berinisial C (7) di tempat kursus tersebut.
"Pada tanggal 6 April kami laporkan oknum manajer tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya. Bersyukur laporan kami diterima dan sedang dalam proses sampai saat ini," kata orang tua korban, Susandi saat konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (22/4).
Susandi menjelaskan, peristiwa ini bermula saat anaknya terjatuh di tempat les bahasa Inggris pada Kamis (2/4) sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Susandi kemudian datang ke tempat les tersebut untuk melihat rekaman CCTV guna mengetahui penyebab anaknya terjatuh.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Akan tetapi, dari jawaban pihak tempat kursus bahwa itu ranah privasi mereka dan mereka tidak bisa memberikan CCTV-nya. Saya hanya diminta untuk menunggu dengan sabar," ujar dia.
Kemudian, dia baru diperbolehkan untuk melihat rekaman CCTV pada Sabtu (4/4). Ketika itu ia diminta datang ke tempat kursus oleh terduga pelaku.
Halaman Selanjutnya
Hanya saja, ia mengaku tidak mendapat penjelasan yang jelas dari pihak tempat les.

2 days ago
1



























