Reaksi Adem Ibu Reza Rahadian saat Tahu Anaknya Ingin Masuk Islam

2 hours ago 2

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:30 WIB

Jakarta, VIVA – Kisah Reza Rahadian kembali menarik perhatian publik, terutama saat ia membagikan momen penting dalam hidupnya, ketika sang ibu mengetahui keputusannya untuk memeluk agama Islam. Reaksi yang ditunjukkan ibunya pun jauh dari dugaan banyak orang, justru penuh kehangatan dan penerimaan.

Perjalanan spiritual Reza memang tidak terjadi secara tiba-tiba. Ia mengaku telah melalui proses panjang sejak usia 19 tahun, di mana ia mulai tertarik mempelajari Islam secara diam-diam. Bahkan, tanpa sepengetahuan keluarga, ia kerap pergi ke masjid untuk belajar dan beribadah. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Momen paling menegangkan sekaligus mengharukan terjadi ketika ia akhirnya memutuskan untuk jujur kepada ibunya, yang diketahui memiliki keyakinan berbeda. Dengan penuh keberanian, Reza mengungkapkan apa yang selama ini ia sembunyikan.

“Jadi waktu umur 19 tahun aku tuh pernah bercerita, Mah nih kakak sebenarnya dari kemarin udah sering bolak-balik ke masjid, ikut salat, belajar diam-diam gitu. Tapi lama-lama kayak aku diam-diam terus ya. Akhirnya aku mencoba terbuka ke mama dan mama membuka itu dengan sangat terbuka,” ungkap Reza Rahadian di sebuah program TV yang dibawakan Irfan Hakim, dikutip pada Jumat, 27 Maret 2026.

Respons sang ibu menjadi bagian paling menyentuh dari cerita ini. Alih-alih menolak atau marah, ia justru memberikan dukungan yang tulus kepada anaknya. Sikap tersebut menunjukkan bahwa cinta orang tua bisa melampaui perbedaan keyakinan.

Reza pun mengenang pesan mendalam yang diberikan ibunya saat itu, yang hingga kini masih ia pegang teguh dalam menjalani hidup.

“(Pesannya) kalau kamu udah yakin jalani, pesan mama cuman satu ya, jadikan agamamu pegangan hidup dan lakukan sebaik-baiknya. Gitu aja,” ugkapnya lagi menceritakan.

Sementara itu, dalam kehidupan sehari-hari, keluarga Reza menjalani perbedaan tersebut dengan cara yang sederhana namun penuh makna. Mereka tetap merayakan kebersamaan, terutama saat hari besar keagamaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Biasanya (lebaran) ngumpulnya di rumahku karena kalau mama sebaliknya natalan, kan mama beda keyakinan,” kata Reza.

Tradisi saling mengunjungi pun menjadi cara mereka menjaga kehangatan hubungan keluarga. Tidak ada sekat yang memisahkan, justru perbedaan menjadi alasan untuk semakin menghargai satu sama lain.

Halaman Selanjutnya

“Mama dan adikku Nasrani, aku muslim. Jadi biasanya kita gantian. Kalau lebaran, adikku mamaku pasti datang ke rumah gitu. Dan sebaliknya kalau natalan kita akan kumpul di rumah mama,” tandasnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |