Aceh Besar, VIVA – Relaunching program Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) mempertegas perannya anak muda Aceh sebagai motor penggerak kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan ekonomi kreatif di Aceh.
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan ekonomi kreatif merupakan bagian Asta Cita Presiden dan hilirisasi tidak semata tentang tambang, tetapi bisa dilakukan untuk industri kreatif.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Pada poin ke-3 asta cita dengan mengembangkan industri kreatif jadi sudah jelas isi presiden seperti apa yang juga tercantum pada asta cita ke-5 mengatakan melanjutkan hilirisasi dapat meningkatkan nilai tambah” kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 23 April 2026.
"Hilirisasi tidak hanya diartikan untuk tambang hilirisasi juga dilakukan untuk industri kreatif yang tadinya fashion asing menjadi fashion lokal yang tadinya parfum asing jadi, patung lokal, film asing, film lokal ini, aplikasi asing, dan lain-lain. Itulah yang kita inginkan menjadi pemain di tingkat global," sambungnya.
Ia mengatakan bahwa anak-anak di Aceh telah berkembang di industri kreatifnya adalah negara yang mempunyai akar, budaya, contohnya Amerika akar budaya yang kuat.
“Jadi, tantangan yang dihadapi oleh para kegiatan industri kreatif, yaitu masalah data, masalah kelahiran, masalah pembiayaan, masalah infrastruktur, sistem pemasaran, insentif fasilitas, dan perlindungan terhadap hasil kita," katanya.
Sedangkan Ketua Yayasan AMANAH, Syaifullah Muhammad mengatakan Launching tersebut menjadi momentum strategis konsolidasi pengurus dan badan pekerja dalam memperkuat peran pemuda Aceh yang unggul, produktif, dan berdaya saing.
Evaluasi kondisi awal fasilitas menunjukkan berbagai keterbatasan mendasar, seperti kerusakan atap, ketiadaan air, dan belum tersedianya listrik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lebih lanjut Muhammad menyampaikan bahwa pentingnya optimalisasi aset bernilai besar agar tidak terbengkalai dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Serta seluruh pihak didorong untuk menghentikan pola saling menyalahkan dan beralih pada pendekatan solutif serta kolaboratif.
“Peran pemangku kepentingan menjadi krusial sebagai problem solver yang mampu menyelesaikan persoalan secara cepat dan tepat. Kami ingin memastikan setiap potensi anak muda terfasilitasi, dari pelatihan hingga implementasi karya yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Selain sektor industri dan kreatif, penguatan juga dilakukan pada sektor pertanian modern melalui pemanfaatan greenhouse, budidaya hortikultura, hingga program cabai dan sistem untuk perikanan.

2 days ago
4



























