RI Desak Penyelidikan Tewasnya Prajurit TNI Akibat Serangan Israel di Lebanon

3 weeks ago 14

Senin, 30 Maret 2026 - 12:08 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan yang menewaskan seorang prajurit TNI, personel Kontingen Garuda di Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) dan mendesak penyelidikan penuh atas insiden tersebut.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan personel itu gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL asal Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu 29 Maret waktu setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Indonesia mengecam keras insiden yang terjadi dan mendesak investigasi yang menyeluruh dan transparan,” kata Kemlu RI dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin.

Kemlu RI juga mengonfirmasi tiga personel lainnya mengalami cedera dalam peristiwa di tengah konflik militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan.

Pemerintah Indonesia terus berkomunikasi dengan UNIFIL untuk memastikan jenazah personel yang gugur dapat segera dipulangkan ke tanah air, sementara korban luka mendapat perawatan medis terbaik.

“Kami menyampaikan penghormatan tertinggi kepada personel yang gugur atas dedikasi dan jasanya bagi perdamaian dan keamanan internasional,” kata Kemlu RI.

Indonesia kembali menegaskan kecamannya atas serangan Israel ke wilayah Lebanon selatan serta menyerukan semua pihak menghormati kedaulatan Lebanon dan mengakhiri serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil.

Indonesia juga menyerukan agar keselamatan dan keamanan personel penjaga perdamaian PBB dihormati sesuai hukum internasional.

“Serangan apapun terhadap pasukan perdamaian tak dapat diterima dan merongrong upaya bersama menjaga perdamaian dan stabilitas,” ujar Kemlu RI.

Kemlu RI memastikan pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan PBB dan otoritas terkait serta memantau perkembangan peristiwa secara dekat.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026. Teheran kemudian melancarkan serangan balasan ke Israel serta sejumlah pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

Konflik meluas ke Lebanon setelah Hizbullah melancarkan serangan ke sejumlah target militer di Israel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Serangan balasan Israel dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 warga Lebanon dan melukai ribuan lainnya.

Insiden di perbatasan Israel-Lebanon juga menewaskan sejumlah personel UNIFIL dari berbagai negara. (Ant)

Sekjen PBB, Antonio Guterres.

Sekjen PBB Kecam Serangan Israel di Lebanon yang Tewaskan Prajurit TNI

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam keras insiden yang menewaskan prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon (UNIFIL)

img_title

VIVA.co.id

30 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |