loading...
Lonjakan harga minyak mentah dunia hingga tembus USD115 per barel akibat perang AS-Israel versus Iran mulai memicu efek domino di kawasan Asia Tenggara, berikut daftar harga BBM di ASEAN. Foto/Dok
JAKARTA - Lonjakan harga minyak mentah dunia yang kini bertengger di atas USD115 per barel akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel versus Iran mulai memicu efek domino di kawasan Asia Tenggara. Saat negara-negara tetangga mulai merombak harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di pom bensin, Indonesia masih menimbang-nimbang.
Perbandingan harga BBM di kawasan Asia Tenggara menunjukkan jurang yang sangat lebar. Perbedaan ini dipicu oleh kebijakan subsidi yang berbeda drastis, ketergantungan pada impor, hingga status negara sebagai penghasil minyak mentah.
Variasi harga BBM di antara negara anggota ASEAN mencerminkan perbedaan kerangka subsidi, struktur perpajakan, dan keterpaparan terhadap pasar minyak global. Tren ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang telah memperketat pasokan global, mendorong harga minyak mentah acuan di atas USD100 per barel, dan mengganggu jalur pengiriman utama, khususnya melalui Selat Hormuz.
Baca Juga: Krisis Selat Hormuz Makin Parah, Lebih dari 40 Negara Terapkan Darurat BBM
Perkembangan ini mulai menguji ketahanan sistem harga bahan bakar domestik di seluruh ASEAN, menyoroti kesenjangan yang semakin melebar antara pasar yang digerakkan oleh subsidi dan pasar yang lebih langsung terpapar fluktuasi harga internasional.
BBM Malaysia Tetap Termurah, Singapura Bikin Geleng Kepala
Dalam konteks ini, Malaysia terus menawarkan beberapa harga bahan bakar eceran terendah di kawasan ini, didukung oleh subsidi jangka panjang yang bertujuan melindungi konsumen dari volatilitas harga global.
Bensin RON95 bersubsidi tetap berada di RM1,99 per liter atau setara Rp8.289, menjaga negara ini tetap di antara pasar bahan bakar termurah di kawasan meskipun harga sedang meningkat.
Pada hari Kamis, Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim mengumumkan penyesuaian sementara kuota untuk program Budi MADANI RON95 (BUDI95) dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan, berlaku mulai 1 April. Namun harga RON95 bersubsidi akan tetap tidak berubah, menjaga harga bahan bakar tetap relatif rendah bagi konsumen.
Berdasarkan data pantauan harga BBM per 31 Maret 2026, Malaysia masih memegang takhta sebagai negara dengan harga bensin termurah di ASEAN. Hal ini dimungkinkan karena subsidi pemerintah Malaysia yang sangat agresif untuk RON 95.
Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup, Negara-negara Asia Panik Berebut Pasokan BBM
Di Indonesia, bahan bakar bersubsidi dihargai dalam kisaran Rp12.000 hingga Rp12.390 per liter, menekankan ketergantungan Jakarta yang terus berlanjut pada dukungan fiskal untuk menstabilkan biaya energi domestik.
Namun analis memperingatkan bahwa pendekatan yang sangat bergantung pada subsidi semacam itu bisa menimbulkan tekanan yang meningkat pada keuangan pemerintah jika harga minyak global yang tinggi terus berlanjut dalam jangka waktu panjang.
Sebaliknya Singapura yang tidak mengucurkan subsidi dan menerapkan pajak kendaraan sangat tinggi, mencatatkan harga BBM yang bisa membuat kantong bolong.
Di negara tetangga Singapura, harga bensin tetap yang tertinggi di ASEAN, berkisar sekitar USD3,42 (RM10,64) per liter, yang sebagian besar dipicu oleh pajak tinggi dan kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi kepemilikan kendaraan pribadi.
Pemerintah Singapura menekankan, bahwa tingkat pasokan bahan bakar tetap stabil untuk saat ini, dengan persediaan tetap utuh, meskipun pihak berwenang terus memantau situasi dengan cermat untuk setiap kemungkinan perlu dilakukan intervensi.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
