Rupiah Menguat ke 17.281 di Tengah Buntunya Perundingan Iran-AS & Utang Jatuh Tempo RI

1 day ago 6

Jumat, 24 April 2026 - 09:56 WIB

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 17.308 pada Kamis, 23 April 2026. Posisi rupiah itu melemah 129 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.179 pada perdagangan Rabu, 22 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara perdagangan di pasar spot pada Jumat, 24 April 2026 hingga pukul 09.03 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.281 per dolar AS. Posisi itu menguat 5 poin atau 0,03 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.286 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Photo :

  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu yang menjadi faktor pelemahan rupiah berasal dari sentimen eksternal terkait kondisi geopolitik di Timur Tengah, utamanya soal perang Iran-AS.

Dimana, sampai saat ini belum ada kejelasan tentang hasil perundingan perdamaian antara Iran dan AS di Pakistan.

"Di sisi lain juga sebentar lagi pergantian gubernur bank sentral Amerika Serikat dari Jerome Powell ke Kevin Warsh, yang dikenal sebagar mantan gubernur bank sentral yang begitu gigih untuk mempertahankan dan menaikkan suku bunga," kata Ibrahim dalam keterangannya, Jumat, 24 April 2026.

Dia menambahkan, pasar menyoroti apakah Warsh akan mengikuti langkah-langkah yang diminta Presiden AS, Donald Trump, atau menekankan independensi The Fed terkait suku bunga.

Sementara dari sisi internal, pelemahan rupiah terjadi di tengah kenaikan harga minyak dunia ke level US$103 per barel untuk brent crude, dan US$98 per barel untuk minyak WTI. Padahal, kebutuhan minyak mentah domestik di Tanah Air mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari.

Hal itu pun berimbas pada tingginya kebutuhan dolar AS sehingga membuat rupiah melemah, yang mengindikasikan besarnya kebutuhan untuk anggaran utamanya dalam hal subsidi energi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu belum ditambah dengan utang jatuh tempo juga akan mencapai tengat waktu, sehingga membutuhkan dana yang cukup besar untuk melakukan pembayaran.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.280-Rp 17.340," ujarnya.

Penutupan IHSG

IHSG Dibuka Menguat Potensi Rebound, Bursa Asia & Wall Street Lesu Imbas Diplomasi Iran-AS Buntu

IHSG dibuka menguat 7 poin atau 0,10 persen di level 7.386 pada pembukaan perdagangan Jumat, 24 April 2026 dan diprediksi rebound dengan risiko terkoreksi pada hari ini.

img_title

VIVA.co.id

24 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |