loading...
Salah satu gerbang ekspor terbesar Rusia yakni pelabuhan Laut Baltik di Primorsk, telah menjadi sasaran serangan drone. Foto/Dok
JAKARTA - Salah satu gerbang ekspor terbesar Rusia yakni pelabuhan Laut Baltik di Primorsk, telah menjadi sasaran serangan drone. Akibatnya Rusia kehilangan setidaknya 40% stok minyak dalam fasilitas penyimpanan usai diserang drone Ukraina bulan lalu.
Hal ini diungkap Reuters, berdasarkan citra satelit komersial AS. Seperti diketahui Ukraina telah meningkatkan serangan terhadap fasilitas energi Rusia dalam sebulan terakhir, selama perang y ang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
Pada bulan lalu, sekitar 40% kemampuan ekspor minyak Rusia lenyap akibat serangan tersebut, ditambah penutupan pipa Druzhba di Ukraina, dan penyitaan kapal tanker yang terkait dengan Rusia.
Baca Juga: Rusia Haramkan Jual Minyak ke Negara Pendukung Pembatasan Harga, G7 hingga Jepang
Menurut citra satelit di akhir Maret, yang disediakan oleh perusahaan intelijen ruang angkasa AS, Vantor, menunjukkan setidaknya delapan tangki penyimpanan dengan kapasitas masing-masing 50.000 meter kubik mengalami kerusakan.
Itu berarti setidaknya 40% dari total penyimpanan pelabuhan dan dapat mempengaruhi pasokan, menurut para pelaku pasar. Tangki-tangki penyimpanan ini memainkan peran penting dalam rantai logistik di pelabuhan dan ketersediaannya secara langsung berdampak pada ekspor minyak.
Sementara itu Pelabuhan Laut Baltik lainnya, Ust-Luga juga diserang bulan lalu beberapa kali, hingga harus menghentikan pemuatan. Baca Juga: Arab Saudi Penyelamat Dunia dari Kiamat Minyak? Pipa Raksasa Bypass Selat Hormuz Pompa 7 Juta Barel
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)



