Senin, 30 Maret 2026 - 11:05 WIB
VIVA –Rusia akan melarang ekspor bensin mulai 1 April. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak pada 27 Maret lalu.
Kebijkan ini diambil Rusia untuk memenuhi kebutuhan BBM di dalam negeri menyusul dengan lonjakan bahan bakar global akibat perang di Iran. Selain itu, serangan Ukraina yang terus meningkat terhadap kilang minyak Rusia juga menghambat kemampuan negara tersebut dalam mengolah dan mengekspor minyak.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam pernyataan resmi Kremlin, Novak telah menginstruksikan Kementerian Energi Rusia untuk menyiapkan aturan yang melarang ekspor bensin mulai 1 April. Ia menyebut gangguan di pasar energi global sebagai alasan utama kebijakan ini.
“Gejolak di pasar minyak mentah dan produk turunannya, yang dipicu krisis di Timur Tengah, telah menyebabkan fluktuasi harga yang signifikan,” kata Novak seperti dikutip dari laman kyivindependent, Senin 30 Maret 2026.
Sementara itu, kantor berita pemerintah Rusia, TASS, melaporkan bahwa larangan ekspor ini akan berlaku hingga akhir Juli.
Meski perang di Iran sempat meningkatkan keuntungan dari sektor bahan bakar bagi Rusia termasuk karena pelonggaran sementara beberapa sanksi Amerika Serikat terhadap pengiriman minyak Rusia, serangan Ukraina ke fasilitas energi Rusia terus menggerus kapasitas ekspor negara itu secara signifikan.
Akibat serangan drone Ukraina, penyitaan kapal tanker, serta kerusakan pada jalur pipa utama, sekitar 40 persen kapasitas ekspor minyak Rusia saat ini terhenti, angka terendah sepanjang sejarah.
Dalam satu bulan terakhir saja, serangan telah memengaruhi produksi di dua kilang minyak besar Rusia, yaitu kilang Saratov salah satu yang tertua di negara itu dan kilang Kirishi, yang menyumbang lebih dari 6% total produksi minyak olahan Rusia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebelumnya, Rusia juga pernah memberlakukan pembatasan penjualan bensin, termasuk larangan ekspor sementara, untuk mengatasi kekurangan pasokan di dalam negeri. Pada musim gugur 2025, sejumlah wilayah di Rusia melaporkan kelangkaan bensin yang semakin parah akibat serangan Ukraina terhadap fasilitas minyak.
Pada September lalu, Novak mengakui bahwa Rusia mengalami defisit kecil produk minyak dan perlu menghentikan ekspor hingga akhir tahun.
Halaman Selanjutnya
Kelangkaan bahan bakar paling terasa di wilayah Krimea yang diduduki, di mana sekitar setengah dari stasiun pengisian bahan bakar terpaksa menghentikan penjualan bensin akibat terganggunya pasokan, menurut laporan media pro-Kremlin, Kommersant, pada 24 September.

3 weeks ago
10



























