Senin, 30 Maret 2026 - 11:11 WIB
Jakarta, VIVA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) membenarkan adanya satu personel TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian UNIFIL di Lebanon yang tewas dan tiga personel lain luka-luka akibat serangan artileri dari Israel, Minggu 29 Maret 2026.
"Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu satu orang meninggal dunia, satu dalam kondisi luka berat, dan dua luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Senin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Rico menjelaskan peristiwa itu terjadi lantaran adanya eskalasi konflik yang meningkat di wilayah Lebanon.
Berdasarkan informasi yang dihimpun ANTARA, eskalasi konflik itu semakin meningkat hingga akhirnya serangan artileri menyasar ke lokasi kontingen Indonesia yang berada di Kota Adshit al-Qusyar di Lebanon Selatan.
"Perlu disampaikan bahwa insiden terjadi di tengah saling serang artileri, dan proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL," jelas Rico
Rico memastikan pihak Mabes TNI akan menyampaikan informasi lebih lengkap dan terbaru terkait insiden tersebut.
"Untuk perkembangan operasional lebih lanjut akan disampaikan oleh TNI," ucap dia. (Ant)
Netanyahu Perintahkan Militer Israel Perluas Invasi Darat ke Lebanon, Singgung 'Pertolongan Tuhan'
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menginstruksikan militernya untuk memperluas lebih lanjut zona penyangga keamanan yang ada di Lebanon selatan
VIVA.co.id
30 Maret 2026

3 weeks ago
10



























