Jakarta, VIVA – Krisis energi global akibat konflik di Timur Tengah terus meluas dan berdampak ke berbagai negara. Gangguan distribusi minyak dunia di Selat Hormuz membuat harga energi melonjak dan memicu kebijakan darurat, termasuk penerapan work from home (WFH).
Jalur vital ini sebelumnya menyalurkan sekitar 20 persen minyak dunia, namun kini mengalami pembatasan setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Dampaknya paling terasa di negara berkembang yang bergantung pada impor energi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satu langkah yang mulai banyak diambil adalah membatasi mobilitas melalui WFH untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Berikut negara-negara yang menerapkan atau mendorong penerapan WFH, sebagaimana dirangkum pada Senin, 30 Maret 2026.
Daftar Negara yang Terapkan atau Dorong WFH
1. Thailand
Pemerintah mendorong WFH dan membatasi penggunaan AC pada suhu 26–27°C.
2. Vietnam
Perusahaan diminta mendorong WFH dan mengurangi perjalanan untuk menghemat bahan bakar.
3. Pakistan
Menerapkan kerja empat hari serta WFH bagi pegawai publik akibat krisis energi.
4. Filipina
Menetapkan status darurat energi nasional karena pasokan sangat rendah.
5. Mesir
Menaikkan harga BBM hingga 22 persen (misalnya US$100 setara Rp1.700.000) dan membatasi aktivitas bisnis.
6. Sri Lanka
Memberlakukan hari libur tambahan dan pembatasan energi ketat.
7. Indonesia
Mengikuti tren global, Indonesia juga tengah menyiapkan kebijakan serupa. Untuk skema dan lebih detilnya dikabarkan akan diumumkan pada Selasa, 31 Maret 2026. Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
“Sabar saja, itu saya dengar kemungkinan besar, kemungkinan, ya, akan disampaikan resmi besok. Jadi, saya enggak mau mendahului,” ujarnya.
“Iya, pasti ada (imbauan ke pemda),” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pengumuman kebijakan WFH akan dilakukan sebelum akhir bulan Maret.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pemerintah merancang skema WFH satu hari per minggu bagi ASN. Sektor swasta akan mengikuti dalam bentuk imbauan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan ini tidak akan mengganggu ekonomi.
"Enggak (mengganggu), kalau kita pilih dengan cermat. Kalau kita pilih Jumat, jadi pasti ada penghematan BBM berapa persen lah, saya nggak tahu detailnya karena bisa berubah-ubah tergantung harga minyak," ujarnya.
Halaman Selanjutnya
WFH sendiri menjadi pilihan karena mampu mengurangi mobilitas harian secara signifikan. Dengan lebih sedikit orang bepergian, konsumsi BBM bisa ditekan tanpa menghentikan aktivitas ekonomi sepenuhnya.

3 weeks ago
11



























