Serangan Jantung pada Pria dan Wanita, Ternyata Gejalanya Berbeda

6 hours ago 1

Pada pria, serangan jantung lebih sering muncul dengan gejala khas, sehingga relatif lebih mudah dikenali seperti nyeri dada berat seperti ditekan, diremas, atau ditindih, nyeri menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung, muncul keringat dingin, sesak napas serta mual atau muntah.

Sedangkan gejala serangan jantung terhadap wanita kerap menunjukkan tanda yang lebih samar dan tidak khas. Anasthasia menyebut perbedaan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor biologis penting:

1. Ukuran dan Distribusi Pembuluh Darah Koroner

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terganggu. Pada pria, gangguan ini biasanya terjadi karena sumbatan pembuluh darah jantung besar, sehingga menimbulkan nyeri dada yang jelas.

Pada wanita, gangguannya sering terjadi di pembuluh darah kecil jantung atau berupa penyempitan ringan yang menyebar. Akibatnya, rasa sakit tidak selalu terasa sebagai nyeri dada berat, melainkan keluhan lain yang tidak spesifik.

2. Peran Hormon Estrogen

Estrogen memiliki peran penting dalam melindungi jantung dan pembuluh darah, terutama pada usia muda hingga masa menopause. Sebelum menopause, estrogen membantu menjaga pembuluh darah tetap lentur dan tidak mudah rusak dengan cara membuat pembuluh darah dapat melebar dengan baik sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.

Selain itu, hormon ini berperan menjaga lapisan dalam pembuluh darah agar tetap sehat dan tidak mudah mengalami peradangan, serta mengurangi kecenderungan penumpukan lemak yang dapat membentuk plak.

Melalui mekanisme inilah proses aterosklerosis pada wanita usia subur umumnya berlangsung lebih lambat dibandingkan pada pria. Setelah menopause, kadar estrogen dalam tubuh menurun secara tajam sehingga pembuluh darah menjadi lebih kaku, peradangan lebih mudah terjadi, dan penumpukan plak lemak di dinding pembuluh darah berlangsung lebih cepat.

"Kondisi inilah yang menyebabkan risiko aterosklerosis dan penyakit jantung pada wanita meningkat secara signifikan setelah menopause," tutur Anasthasia.

3. Perbedaan Ambang Nyeri dan Respons Stress

Menurut American Heart Association (AHA), ambang nyeri wanita justru cenderung lebih rendah, tetapi cara nyeri diproses oleh otak berbeda dibandingkan pria.

Sistem saraf wanita lebih sensitif terhadap nyeri viseral (nyeri dari organ dalam) dan lebih banyak melibatkan area otak yang berhubungan dengan emosi dan stress.

"Hal ini yang menyebabkan wanita lebih sering mengeluhkan rasa tidak nyaman yang sulit dijelaskan. Gelisah atau rasa tidak enak badan yang menyeluruh. Nyeri yang datang dan pergi, bukan terus-menerus," ungkap Anasthasia.

Menurut American Heart Association 2024, hanya 54 persen wanita yang menyadari bahwa gejala mereka adalah serangan jantung, dibandingkan 80 persen pria.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |