Sesepuh NU Jawa Barat: NU Harus Mandiri Agar Kuat dan Tak Bergantung

2 days ago 1

Kamis, 23 April 2026 - 20:00 WIB

Jakarta, VIVA – KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam berkunjung ke tokoh NU Jawa Barat, KH Sofyan Yahya pada Rabu, 22 April 2026. Kunjungan itu dilakukan dalam rangka silaturahmi dan meminta nasihat dari para sesepuh NU di Jawa Barat.

Gus Salam menyatakan bahwa kunjungan ke KH Sofyan Yahya untuk memahami teladan pengalaman dalam memimpin NU Jawa Barat, juga memohon do’a restu atas usahanya dalam muktamar ke-35 NU mendatang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ajengan Sofyan memberi penegasan bahwa NU adalah benteng akhlak dan moralitas dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Dan, harus tetap dijaga sampai kapanpun serta dalam kondisi apapun,” kata Gus Salam dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 23 April 2026.

“Semua dinamika Muktamar mendatang harus dilandasi akhlaq yang baik dan terhindar dari money politik,” tambahnya.

Ia pun menyampaikan pesan dari Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat 2016-2021, KH M. Nuh Addawami. Dikatakan, menjadi pengurus dalam jam’iyyah NU harus mampu berperan sebagai dokter bagi mereka yang sakit. 

Disamping sebagai dokter, pengurus juga berperan sebagai orang tua yang membimbing keluarganya, menjadi sahabat sejati bagi warga NU yang ingin berkeluh kesah, dan sekaligus menjadi motivator bagi warga Nahdliyyin.

“Jadilah pengurus, bukan pemimpin. Karena didalam NU yang dibutuhkan adalah pengurus yang mengurusi kebutuhan warga, melayani segala keluhan umat,” kata Gus Salam.

Menurut Gus Salam, pesan KH Addawami merupakan penegasan reflektif dari pendiri NU, Hasyim Asy'ari yaitu menjadi pengurus yang penuh khidmah, bukan pemimpin yang cenderung mengedepankan kuasanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Karenanya, saya adalah santri, mengikuti arahan, perintah dan nasehat guru-kyai serta masyayikh NU dan pesantren. Ketika saya diperintah untuk ikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU melalui muktamar ke-35, nanti. Bilapun saya ditakdirkan menjadi pimpinan PBNU, kelak. Sesungguhnya, saya bukanlah pemimpin, tapi santri yang meladeni (mengurus) NU," katanya.

Sementara, KH Arif Afifudin atau Gus Ayis menjelaskan KH Sofyan selalu memperhatikan perkembangan NU dan memiliki harapan besar agar NU benar-benar mandiri yang mempunyai tugas dan tanggung jawab besar, sebagaimana karakter pesantren dibangun diatas kemandiriannya.

Halaman Selanjutnya

“NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan harus bangkit dengan kemandiriannya, agar kuat. Dan, tidak bergantung pada pihak eksternal,” kata Gus Ayis.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |