Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:00 WIB
VIVA –Iran mengancam akan membuka front baru dalam perang dan mengganggu jalur perdagangan penting Selat Bab al‑Mandeb jika Amerika Serikat menyerbu Pulau Kharg, pulau strategis yang menjadi pusat ekspor minyak Iran.
Ancaman ini muncul setelah Iran menutup secara efektif Selat Hormuz, jalur yang sebelumnya menyalurkan sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia. Teheran memperingatkan, jika AS melancarkan invasi, jalur pelayaran yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden itu bisa menjadi target berikutnya, demikian seperti dikutip dari laman The New York Post, Sabtu 28 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut sumber militer yang dikutip media Iran, jika AS melakukan aksi darat di pulau‑pulau Iran atau bergerak secara militer di Teluk Persia dan Laut Oman, Iran siap membuka front lain secara mendadak. Langkah ini dimaksudkan agar tindakan lawan tidak hanya sia-sia, tetapi juga menambah beban dan biaya mereka.
Selat Bab al‑Mandeb, di lepas pantai barat daya Yaman, dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran strategis dunia. Kelompok pemberontak Houthi, yang didukung Iran, pernah menyatakan kesiapannya membantu Teheran jika diperlukan, karena selat ini menjadi jalur vital bagi perdagangan dan ekspor minyak global.
Serangan di selat ini berpotensi mengganggu arus kapal dagang di Laut Merah, tempat barang bernilai sekitar $1 triliun atau setara Rp 15 ribu triliun per tahun melintas, sekaligus mempersulit pengiriman minyak dari Arab Saudi yang telah mengalihkan jalurnya melalui rute ini setelah Selat Hormuz ditutup.
Ancaman Iran datang bersamaan dengan rencana AS mengerahkan ribuan pasukan tambahan ke kawasan, meski Presiden AS tampaknya belum memutuskan untuk menyerbu Pulau Kharg secara langsung.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pulau Kharg sendiri, sekitar 40 km dari pantai Iran di Teluk Persia, memegang peranan vital karena mengatur hingga 90 persen ekspor minyak mentah Iran dan menjadikannya target strategis dalam konflik ini.
Menlu Iran Sebut Tentara AS Tinggalkan Pangkalan Militer, Sembunyi di Hotel
Menlu Iran, Abbas Araghchi, menuding tentara AS meninggalkan pangkalan militer di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk dan berlindung di Hotel dan Perkantoran
VIVA.co.id
28 Maret 2026

4 weeks ago
19



























