Jakarta, VIVA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menegaskan komitmennya menjalankan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang berdampak positif pada pencapaian zero fatality (insiden yang menyebabkan kematian atau fatalitas) pada 2025. Hal itu diiringi dengan peningkatan efisiensi biaya dan produktivitas kerja.
Kinerja tersebut pun mendapat apresiasi pada ajang Indonesia Best Companies In HSE Implementation 2026. SIG yang masuk dalam kategori Perusahaan Manufaktur dianugerahi penghargaan predikat Excellent, yang merupakan predikat tertinggi pada ajang bergengsi tersebut. Penghargaan diserahkan oleh Managing Director SPOT Corporate Communication (SWA Media Group), Teguh Poeradisastra kepada General Manager of SHE SIG, Harry Ghautama dalam penganugerahan Indonesia Best Companies In HSE Implementation 2026 di Jakarta.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, penghargaan Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026 merupakan pengakuan sekaligus apresiasi atas komitmen SIG dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip HSE sebagai bagian fundamental dari setiap aktivitas Perusahaan.
“Prestasi membanggakan ini adalah hasil kerja keras dari tim HSE serta seluruh Insan SIG yang bersama-sama telah meningkatkan budaya K3, dan menjadi motivasi bagi SIG untuk terus meningkatkan implementasi SMK3 guna menjaga keselamatan pekerja, melindungi lingkungan, dan memastikan keberlanjutan bisnis,” kata Vita Mahreyni dikutip dari keterangannya, Senin, 30 Maret 2026.
Salah satu upaya strategis SIG dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan SIG Group adalah melalui implementasi Visible Safety Leadership (VSL), yaitu keterlibatan aktif lini manajemen yang terjun langsung ke lapangan untuk berdialog, melakukan observasi dan intervensi konstruktif ketika ditemukan kondisi maupun tindakan tidak aman.
Untuk meningkatkan dan memperkuat upaya tersebut, SIG mendorong transformasi menuju Visible- Felt Safety Leadership (VFSL) - di mana kepemimpinan dalam keselamatan tidak hanya terlihat, tetapi juga dirasakan kepeduliannya oleh pekerja. Hal ini bertujuan untuk membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap keselamatan.
Penerapan aspek K3 di SIG juga diperkuat melalui berbagai upaya, antara lain penguatan Corporate Life Saving Rules (CLSR) yang lebih implementif melalui New CLSR: Safety Golden Rules dan CLSR IP, Standarisasi Pedoman SMK3 dan Prosedur Health & Safety, Standarisasi Praktik K3, program Safety Academy dan pelaporan K3 melalui aplikasi SHESIG bagi seluruh Insan SIG Group, pelaksanaan SHE Leader’s Talk melalui webinar, serta penerapan CSMS (Contractor Safety Management System) kepada semua kontraktor.
Halaman Selanjutnya
Vita Mahreyni menambahkan bahwa budaya K3 berangkat dari kesadaran bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari masing-masing individu dan merupakan kebutuhan bersama. Semua pencapaian gemilang di 2025 akan menjadi energi bagi SIG untuk meningkatkan safety maturity atau kemampuan untuk mengatasi risiko keselamatan ke level yang lebih tinggi.

3 weeks ago
12



























