Tata Cara Buka Puasa Ramadhan Sesuai Sunnah, Ini Urutan Lengkap, Doa, dan Adabnya

1 day ago 3

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:35 WIB

VIVA – Bulan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum menyempurnakan adab dan tata cara ibadah, termasuk saat berbuka puasa. Banyak yang tanpa sadar kurang tepat dalam mempraktikkan tata cara berbuka, misalnya membaca doa sebelum benar-benar membatalkan puasa. 

Padahal, dalam keterangan hadits dan kitab para ulama dijelaskan bahwa doa berbuka dibaca setelah berbuka. Sebab itu, memahami tata cara berbuka puasa sesuai sunnah menjadi penting agar ibadah tidak hanya sah, tetapi juga bernilai lebih di sisi Allah SWT. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut ini urutan lengkap tata cara berbuka puasa sebagaimana dirangkum dari NU Online, Jumat, 27 Februari 2026.

1. Menyegerakan Berbuka Saat Maghrib Tiba

Disunnahkan untuk menyegerakan berbuka (ta‘jîl al-fithr) ketika telah yakin masuk waktu Maghrib. Begitu adzan berkumandang atau waktu Maghrib telah tiba, hendaknya tidak menunda-nunda berbuka.

2. Berbuka Sebelum Shalat Maghrib

Sunnahnya adalah berbuka terlebih dahulu, meskipun hanya dengan sedikit makanan atau minuman, kemudian melaksanakan shalat Maghrib.

3. Membaca Basmalah Sebelum Makan atau Minum

Sebelum berbuka, dianjurkan membaca Bismillâhir rahmânir rahîm atau cukup
Bismillâh. Jika lupa membacanya di awal, maka ketika ingat membaca: Bismillâhi awwalahu wa âkhirahu
(Dengan Nama Allah sejak awal dan akhir makan/minum).

4. Berbuka dengan Kurma dalam Jumlah Ganjil

Disunnahkan berbuka dengan kurma, terutama kurma basah (ruthab). Jika tidak ada, maka dengan kurma kering (tamr). Jumlahnya dianjurkan ganjil, minimal tiga butir atau lebih seperti lima.

5. Jika Tidak Ada Kurma, Berbuka dengan Air

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apabila tidak tersedia kurma, maka berbuka dengan air. Diutamakan air Zamzam sebanyak tiga tegukan. Jika tidak ada air Zamzam, maka menurut urutan keutamaan yang disebutkan para ulama, sebagaimana dinazhamkan oleh Imam At-Tâj As-Subkî, air yang utama adalah air yang memancar dari jari jemari Nabi SAW, air telaga Kautsar, air Sungai Nil, air dari sungai-sungai lainnya. Jika semua itu tidak ada, maka air biasa, air mineral, atau air kemasan tetap mencukupi untuk berbuka.

6. Jika Tidak Ada Air, Konsumsi Makanan Manis

Halaman Selanjutnya

Bila tidak tersedia air minum, disunnahkan berbuka dengan sesuatu yang manis atau manisan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |