Terlalu Andalkan AI, Ford Terpaksa Rekrut Lagi 350 Insinyur

4 hours ago 1

Senin, 29 Juni 2026 - 20:00 WIB

Detroit, VIVA – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini menjadi andalan banyak perusahaan otomotif untuk mempercepat pengembangan kendaraan. Namun, Ford justru belajar bahwa teknologi tersebut belum mampu sepenuhnya menggantikan pengalaman para insinyur dalam menciptakan mobil berkualitas.

Produsen mobil asal Amerika Serikat itu mengakui sempat terlalu mengandalkan AI untuk meningkatkan kualitas produk, menekan biaya garansi, hingga mengurangi jumlah penarikan kembali atau recall. Hasilnya ternyata tidak sesuai harapan, bahkan kualitas produk sempat terdampak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Vice President Vehicle Hardware Engineering Ford, Charles Poon, mengungkapkan salah satu penyebabnya adalah hilangnya pengetahuan dari para insinyur senior yang lebih dulu meninggalkan perusahaan. Pengalaman mereka belum sepenuhnya berhasil diterjemahkan ke dalam sistem AI yang digunakan Ford.

"Kami keliru mengira bahwa hanya dengan memperkenalkan kecerdasan buatan dan menyesuaikan persyaratan desain, kami akan menghasilkan produk berkualitas tinggi," ujar Charles Poon, dikutip VIVA Otomotif dari Carscoops, Senin 29 Juni 2026.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Ford akhirnya merekrut kembali, mempromosikan, dan menambah lebih dari 350 insinyur. Mereka bertugas memperbaiki metode pengumpulan data sekaligus melatih ulang sistem AI agar mampu memberikan hasil yang lebih akurat.

Sebagian insinyur senior yang kembali bergabung juga diberi peran membimbing generasi muda. Menurut Poon, pengalaman mereka sangat penting untuk mengenali potensi masalah sejak tahap awal pengembangan kendaraan sebelum berubah menjadi cacat produk.

Meski demikian, Ford tidak meninggalkan AI sepenuhnya. Saat ini perusahaan justru memanfaatkan teknologi tersebut untuk melakukan lebih dari 100 ribu pengujian otomatis terhadap perangkat lunak kendaraan guna menemukan potensi gangguan sebelum mobil dipasarkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendekatan ini memungkinkan perubahan perangkat lunak diuji kembali dalam waktu singkat apabila ditemukan pembaruan pada tahap akhir pengembangan. Dengan begitu, setiap fungsi dapat dipastikan bekerja sesuai standar sebelum sampai ke tangan konsumen.

Ford juga mengubah strategi pengendalian kualitas dari sekadar memperbaiki masalah yang sudah muncul menjadi mencegahnya sejak awal. Tim pengembang perangkat lunak kini bekerja lebih erat dengan divisi teknik, manufaktur, hingga rantai pasok agar potensi kesalahan dapat dideteksi lebih cepat.

Ilustrasi AI di dunia hiburan

Seberapa Penting Fitur AI di Dunia Hiburan?

Secara umum, teknologi AI dirancang untuk mempelajari pola penggunaan, menganalisis data, lalu mengambil keputusan secara otomatis dalam waktu singkat.

img_title

VIVA.co.id

28 Juni 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |