Solo, VIVA – Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN), termasuk jaringan jalan tol yang menjadi tulang punggung konektivitas kawasan tersebut. Meski sebagian ruas telah difungsionalkan, penyelesaian secara penuh masih membutuhkan waktu.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. Ia memastikan bahwa pembangunan jalan tol di kawasan IKN ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2027.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Saat ini, pemerintah fokus menyelesaikan pekerjaan yang tersisa secara bertahap sesuai alokasi anggaran tahunan. “Kalau fungsional sudah dibuka berkali-kali. Cuman secara penuh semua plan DJ Bina Marga ditargetkan 2027,” ujar Dody saat ditemui awak media di Rest Area KM 379 Batang, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 28 Maret 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo di Rest Area Tol Batang Semarang
Photo :
- VIVA/Siska Permata Sari
Ia menjelaskan, pengerjaan proyek di IKN saat ini tidak sepenuhnya dilakukan langsung oleh otorita, melainkan lebih banyak berupa dukungan terhadap unit-unit yang mengerjakan proyek lanjutan. Pemerintah juga memprioritaskan penyediaan infrastruktur dasar, seperti air bersih dan sistem pengolahan air, yang dinilai menjadi kebutuhan paling mendesak di kawasan tersebut.
“Tapi tidak ada yang besar-besar yang dikerjakan oleh otorita langsung. Kita support the unit dan menyelesaikan yang masih tersisa dari kemarin saja,” katanya.
Terkait pengelolaan jalan tol setelah selesai dibangun, Dody menyebut bahwa skema yang digunakan kemungkinan besar tetap mengikuti pola yang selama ini berjalan, yakni dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Hal ini sejalan dengan praktik pengelolaan jalan tol di berbagai wilayah Indonesia yang melibatkan pihak swasta melalui skema kerja sama.
“Biasanya sih oleh BUJT. Selama ini kan begitu,” ucapnya.
Selain membahas progres tol IKN, Dody juga menyinggung pentingnya penerapan teknologi dalam sistem transportasi, termasuk wacana penerapan sistem multi lane free flow (MLFF). Namun, ia menegaskan bahwa implementasi teknologi tersebut masih harus melalui serangkaian uji coba sebelum dapat diterapkan secara luas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Itu hanya bisa terjawab dari hasil uji coba. Kalau belum ada diuji, nggak bisa bicara,” tegasnya.
Menurutnya, meskipun teknologi serupa telah diterapkan di sejumlah negara, kondisi Indonesia memiliki tantangan tersendiri, mulai dari faktor cuaca hingga kompleksitas lalu lintas. Sebab itu, pemerintah tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan tanpa memastikan kesiapan sistem secara menyeluruh.
Nasib Penerapan Sistem MLFF Masih Menggantung, Pemerintah Fokus Tes Uji Kelayakan
MLFF belum dinyatakan layak. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pemerintah masih fokus uji coba teknis sebelum memutuskan implementasi sistem tol tanpa henti.
VIVA.co.id
29 Maret 2026

3 weeks ago
18



























