Senin, 30 Maret 2026 - 15:45 WIB
VIVA – Pentagon dilaporkan menyiapkan opsi invasi darat terbatas selama beberapa pekan di Iran yang berpotensi mencakup serangan dan perebutan pusat ekspor minyak utama Iran, dan serangan terhadap lokasi pesisir di dekat Selat Hormuz untuk menghancurkan senjata yang mengancam pelayaran komersial dan militer, menurut pejabat Amerika Serikat yang dikutip The Washington Post.
Rencana tersebut disebut tidak mengarah pada invasi penuh, namun dapat melibatkan pasukan operasi khusus dan infanteri konvensional. Skema ini dinilai berisiko karena membuka kemungkinan personel AS terpapar serangan drone, rudal, tembakan darat, hingga bahan peledak improvisasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Belum ada kepastian apakah Presiden Donald Trump akan menyetujui opsi tersebut. "Tugas Pentagon adalah melakukan persiapan untuk memberikan Panglima Tertinggi pilihan maksimal. Itu tidak berarti presiden telah membuat keputusan," ujar Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menanggapi laporan itu dilansir Al Jazeera, Senin.
Namun, Presiden Trump terang-terangan mengatakan bahwa AS tertarik mengambil alih minyak di Iran, dengan cara merebut kendali pusat ekspor minyak utama Iran di Pulau Kharg.
"Sejujurnya, hal favorit saya adalah mengambil alih minyak di Iran, tetapi beberapa orang bodoh di AS mengatakan: ‘mengapa Anda melakukan itu?’ Tetapi mereka orang bodoh," kata Trump dalam wawancaranya dengan Financial Times
Menurut Trump, langkah tersebut akan melibatkan perebutan Pulau Kharg, melalui invasi darat terbatas terhadap pusat penempatan minyak mentah utama Iran untuk ekspor.
"Mungkin kita merebut Pulau Kharg, mungkin tidak. Kita memiliki banyak pilihan," kata Trump, menambahkan bahwa operasi apa pun kemungkinan akan membutuhkan pasukan AS untuk tetap berada di sana untuk beberapa waktu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pemerintahan Trump diketahui telah mengerahkan tambahan Marinir AS ke Timur Tengah seiring konflik memasuki pekan kelima. Ribuan personel dari Divisi Lintas Udara ke-82 juga direncanakan dikirim ke kawasan.
Pada Sabtu, United States Central Command (CENTCOM) menyatakan sekitar 3.500 personel tiba di Timur Tengah menggunakan kapal serbu amfibi USS Tripoli. Mereka tergabung dalam Unit Ekspedisi Marinir ke-31 dan datang bersama pesawat angkut, pesawat tempur serang, serta aset taktis amfibi.
Halaman Selanjutnya
Pejabat yang berbicara kepada Washington Post menyebut diskusi internal selama sebulan terakhir mencakup kemungkinan perebutan Pulau Kharg—pusat ekspor minyak utama Iran di Teluk—serta serangan ke wilayah pesisir dekat Selat Hormuz untuk menghancurkan sistem senjata yang berpotensi menargetkan pelayaran komersial maupun militer.

3 weeks ago
7



























