Senin, 30 Maret 2026 - 16:24 WIB
VIVA –Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengecam serangan terhadap pasukan perdamaian PBB di Lebanon yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Serangan yang terjadi pada Minggu tersebut menyebabkan seorang prajurit TNI tewas, sementara satu lainnya mengalami luka serius.
“Saya mengecam keras insiden yang terjadi pada hari Minggu, di mana seorang pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia dari UNIFIL tewas di tengah meningkatnya konflik antara Israel dan Hizbullah. Dalam kejadian yang sama, satu penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius,”tulis Antonio Gutteres dikutip dari akun X pribadinya, Senin 30 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam unggahannya Gutteres, turut mengucapkan bela sungkawa yang terdalam bagi keluarga teman dan kerabat penjaga perdamaian yang meninggal serta kepada Indonesia.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga, sahabat, dan rekan kerja penjaga perdamaian yang gugur, serta kepada bangsa Indonesia. Saya juga mendoakan agar penjaga perdamaian yang terluka dapat segera pulih sepenuhnya. Insiden ini hanyalah salah satu dari beberapa kejadian terbaru yang membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian,” tulis dia.
Gutteres juga menyerukan kepada semua pihak untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, serta memastikan keselamatan dan keamanan seluruh personel dan aset PBB setiap saat.
Sementara itu, dalam keterangan resminya di akun X, UNIFIL menyebutkan bahwa insiden tersebut terjadi di dekat Adchit Al Qusayr. Pihak UNIFIL juga mengecam keras kejadian yang menyebabkan seorang prajurit TNI asal Indonesia tewas.
“Satu penjaga perdamaian lainnya mengalami luka kritis. Tidak seharusnya ada yang kehilangan nyawa saat menjalankan misi perdamaian,” tulis UNIFIL.
UNIFIL turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga, sahabat, dan rekan kerja penjaga perdamaian yang gugur saat menjalankan tugas dengan penuh keberanian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Pikiran dan doa kami juga tertuju kepada penjaga perdamaian yang terluka, yang saat ini dirawat di rumah sakit dalam kondisi serius,” sambung keterangan resmi mereka.
Dalam unggahan yang sama, UNIFIL juga menyatakan akan menyelidiki insiden tersebut guna mengetahui kronologi dan penyebabnya.
Halaman Selanjutnya
“Kami belum mengetahui asal proyektil tersebut. Saat ini, kami telah memulai penyelidikan untuk mengetahui seluruh kronologi dan penyebab kejadian ini,” tulis UNIFIL.

3 weeks ago
6



























