Sabtu, 28 Maret 2026 - 00:10 WIB
VIVA –Baru-baru ini, media sosial diramaikan dengan video para pekerja di Filipina yang berjalan kaki menuju tempat kerja. Fenomena ini terjadi akibat krisis bahan bakar minyak yang dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Seperti diketahui, Selat Hormuz ditutup sejak Sabtu, 28 Februari 2026, setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Selat Hormuz diketahui sangat vital sebagai chokepoint energi global, di mana sekitar 20-25 persen konsumsi minyak dunia dan 20 persen gas alam cair (LNG) melintasinya setiap hari.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam video yang viral di media sosial X menunjukkan jalanan di Filipina dipadati ratusan orang yang berjalan kaki.“Di Filipina, yang cadangan minyaknya hampir habis, masyarakat kini berjalan kaki ke tempat kerja,” demikian seperti dikutip dari akun X @sprinterpress.
Rekaman video itu memperlihatkan tampak rombongan warga berjalan kaki mengenakan baju biasa, memakai payung hingga menggunakan tas jinjing dan tas ransel.
“Di Filipina, masyarakat terpaksa berjalan kaki ke tempat kerja akibat krisis energi dan terbatasnya sarana transportasi,” dikutip dari akun X @1880 News.
Sementara itu, melansir laman ABC Australia, pada tanggal 24 Maret lalu pemerintah Filipina telah menetapkan status darurat energi nasional sebagai respons terhadap perang antara AS-Israel melawan Iran. Langkah ini menjadi tanda terbaru adanya tekanan di kawasan Asia, seiring konflik di Timur Tengah yang menghambat distribusi minyak dan memicu ancaman krisis energi.
Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., menyatakan bahwa perang yang sedang berlangsung mengancam ketersediaan dan stabilitas pasokan energi negara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dengan penetapan status darurat ini, pemerintah Filipina dapat mengendalikan harga bahan bakar serta mempercepat impor dari pemasok alternatif, seperti Rusia. Otoritas setempat juga menyebutkan bahwa cadangan bahan bakar negara tersebut diperkirakan cukup untuk sekitar 45 hari dengan tingkat konsumsi normal.
Pengumuman tersebut muncul sehari setelah Korea Selatan meluncurkan kampanye hemat energi secara nasional, dengan mengimbau masyarakat untuk bersepeda jika menempuh jarak dekat dan mengurangi durasi mandi. Sementara itu, Jepang pada hari Rabu menyatakan akan segera mulai mengeluarkan cadangan minyak daruratnya, yang setara dengan pasokan selama 30 hari. Thailand dan Vietnam juga meminta warganya untuk mengambil langkah-langkah penghematan energi.
Halaman Selanjutnya
Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol, awal pekan ini mengatakan bahwa krisis minyak saat ini bahkan melampaui dampak gabungan dari guncangan energi global pada tahun 1970-an.

4 weeks ago
18



























