Xpeng Ganti Nama! Tak Mau Cuma Jual Mobil Listrik

8 hours ago 1

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:04 WIB

Hong Kong, VIVA - Perusahaan mobil listrik asal China, Xpeng, resmi melakukan perubahan identitas dengan mengganti nama korporasi dalam bahasa Mandarin. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Xpeng tidak lagi ingin dipandang sebagai produsen mobil listrik semata.

Dilansir VIVA Otomotif, Minggu 29 Maret 2026, berdasarkan dokumen yang diajukan ke Bursa Efek Hong Kong, perusahaan akan mengubah nama dari “Xiaopeng Motors Co Ltd” menjadi “Xiaopeng Group” mulai 1 April 2026. Perubahan ini menghapus kata “Motors”, yang selama ini melekat pada bisnis otomotif, dan menggantikannya dengan identitas grup yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski melakukan rebranding di pasar domestik, nama internasional perusahaan tetap dipertahankan sebagai Xpeng Inc. Sementara itu, kode saham berbahasa Mandarin juga akan menyesuaikan menjadi “Xiaopeng Group-W”.

Langkah ini mencerminkan strategi baru Xpeng yang tengah memperluas bisnisnya ke sektor teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan robotika. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyebut perubahan nama ini sebagai awal dari “perjalanan baru dalam physical AI”, yakni pengembangan teknologi AI yang terintegrasi dengan perangkat fisik seperti kendaraan otonom dan robot.

CEO Xpeng, He Xiaopeng, sebelumnya menyatakan bahwa perusahaan saat ini berada di titik penting dalam perkembangan teknologi AI fisik. Ia meyakini bahwa dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, pasar robotaxi dan robot humanoid akan menjadi industri bernilai sangat besar secara global.

Sejalan dengan visi tersebut, Xpeng berencana meningkatkan investasi riset dan pengembangan hingga 7 miliar yuan sepanjang tahun ini. Fokus utama investasi tersebut adalah mempercepat pengembangan teknologi AI, termasuk sistem berkendara otonom.

Dalam sektor otomotif, Xpeng menargetkan lompatan dari teknologi bantuan pengemudi Level 2+ menuju Level 4, yang memungkinkan kendaraan beroperasi hampir sepenuhnya tanpa campur tangan manusia. Untuk mendukung target tersebut, perusahaan juga membentuk divisi khusus robotaxi guna mempercepat komersialisasi teknologi otonom.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya itu, Xpeng juga mengembangkan chip AI secara mandiri. Chip Turing AI yang mereka produksi telah mencatat pengiriman kumulatif lebih dari 200.000 unit, dengan target mencapai 1 juta unit sepanjang 2026.

Ekspansi Xpeng juga mencakup pengembangan robot humanoid. Perusahaan menargetkan produksi massal robot generasi terbaru pada akhir tahun ini dengan kapasitas produksi bulanan mencapai ribuan unit.

Halaman Selanjutnya

Selain robot, Xpeng turut menjajaki kendaraan terbang melalui unit teknologi yang dimilikinya. Langkah ini mempertegas arah transformasi perusahaan menuju ekosistem mobilitas masa depan yang lebih luas.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |