5 Mobil Keren yang Kini Harganya Lebih Terjangkau, Siap Jadi Incaran Tahun Ini

7 hours ago 2

Senin, 6 April 2026 - 20:00 WIB

Jakarta, VIVA – Bagi penggemar otomotif, memiliki mobil sport atau performa tinggi sering dianggap sebagai impian yang mahal dan hanya terjangkau oleh kalangan tertentu.

Namun tren depresiasi harga mobil menunjukkan bahwa beberapa model yang dulu sangat mahal kini bisa dibeli dengan harga jauh lebih terjangkau, membuka peluang baru bagi pembeli cerdas di pasar mobil bekas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jaguar F-Type British Design Edition. Ilustrasi

Photo :

  • VIVA.co.id/Dian Tami Kosasih

Depresiasi adalah penurunan nilai suatu kendaraan seiring waktu fenomena yang dialami hampir semua mobil baru setelah keluar dari dealer. Semakin tinggi harga awal sebuah model, biasanya semakin besar pula depresiasinya. Akibatnya, beberapa mobil yang dulu dianggap “cool” kini turun nilainya drastis, sehingga tidak lagi eksklusif dari segi harga.

Berikut VIVA rangkum dari SlashGear Senin, 6 April 2026, ada beberapa mobil menarik yang telah mengalami penurunan harga signifikan dan kini bisa dimiliki dengan anggaran lebih ringan:

  1. Jaguar F-Type (2014) – Dulu dijual dengan harga premium di segmen sport mewah, F‑Type sekarang dapat ditemukan di pasar bekas dengan harga jauh di bawah angka peluncurannya.
  2. Mitsubishi Lancer Evolution X (2008) – Sedan performa legendaris dari Jepang ini dikenal karena kemampuan dinamisnya, dan kini unit bekasnya banyak beredar dengan harga yang lebih ramah di kantong daripada dulu.
  3. Ford Mustang (2012) – Mobil muscle klasik Amerika yang menjadi favorit pecinta otomotif bisa ditemukan bekas dengan harga sangat rendah, termasuk varian performa seperti GT.
  4. Nissan 370Z (2013) – Coupe sport asal Jepang ini memiliki reputasi handling dan tenaga yang solid, serta kini banyak tersedia bekas dengan biaya jauh di bawah harga aslinya.
  5. Dodge Challenger (2015) – Muscle car besar bertenaga tinggi ini juga mengalami depresiasi yang membuatnya menjadi salah satu pilihan menarik bagi penggemar kecepatan dengan bujet lebih kecil.

Fenomena ini bukan tanpa alasan. Banyak mobil performa tinggi memiliki harga awal yang sangat tinggi, sehingga ketika dijual kembali di pasar bekas nilainya jatuh drastis. Faktor lain yang mempercepat depresiasi adalah minat pasar yang berpindah ke model terbaru, serta biaya perawatan dan konsumsi bahan bakar yang sering kali lebih tinggi dibanding mobil biasa.

Halaman Selanjutnya

Depresiasi yang tajam juga terlihat pada beberapa mobil listrik dan SUV besar, di mana teknologi baru dan perubahan preferensi konsumen membuat model lama kurang diminati, sehingga harganya turun cukup cepat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |